Ramadhan 2026
Penuh dengan Rahmat, Ini Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Ramadan
10 hari pertama Ramadan menjadi fase terberat dan tersulit sehingga penuh rahmat beserta limpahan pahala.
Editor: Amir M
Ringkasan Berita:
- 10 hari pertama Ramadan 2026 merupakan fase penuh rahmat yang dianjurkan dijalani dengan meningkatkan ibadah.
- Pada periode awal ini, umat Muslim beradaptasi dengan puasa sekaligus berkesempatan meraih limpahan pahala.
- Karena itu, dianjurkan memperbanyak amalan sunnah seperti qiyamul lail, sahur, menyegerakan berbuka, sedekah, dan membaca Al-Qur’an.
TRIBUNTRENDS.COM - Memasuki 10 hari pertama Ramadan 2026, umat Muslim dianjurkan memahami keutamaan fase awal yang penuh rahmat.
Pada periode ini, Allah SWT membuka pintu kasih sayang-Nya seluas-luasnya bagi hamba yang sabar dan ikhlas menjalani puasa.
Dengan mengetahui keistimewaannya, 10 hari pertama Ramadan dapat dijalani lebih maksimal melalui peningkatan ibadah dan amalan sunnah.
Seperti diketahui, keutamaan bulan Ramadhan terbagi menjadi tiga.
Awal artinya 10 hari pertama yaitu hari ke-1 hingga 10, pertengahan yaitu hari ke-11 hingga 20, kemudian akhir yakni hari ke-21 hingga 30.
Dalam sebuah hadits riwayat Baihaqi, Rasulullah SAW bersabda:
“Adalah bulan Ramadan, awalnya rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.” (HR. Baihaqi).
Keutamaan 10 hari pertama Ramadhan, adalah mendapat rahmat beserta limpahan pahala dari segala amalan baik yang dilakukan selama Ramadan.
Sebab, pada 10 hari pertama Ramadhan, menjadi fase terberat dan tersulit.
Orang yang berpuasa mengalami peralihan dan adaptasi dari bulan sebelumnya ke bulan puasa.
Pola makan orang puasa berubah dari normal menjadi harus menahan lapar serta haus mulai dari awal subuh hingga terbenamnya matahari.
Selain itu, fase 10 hari pertama di bulan Ramadan itu, pikiran kita juga tengah berusaha beradaptasi dengan penuh kesabaran dan keikhlasan hati untuk dapat menunaikan ibadah puasa.
Maka dari itu, pada 10 hari pertama di awal Ramadan Allah SWT memberikan keistimewaan dengan dibukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya.
Karena hamba-Nya sudah bersabar dan ikhlas menunaikan ibadah puasa dengan penuh ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT.
Dengan demikian, dianjurkan kepada kita untuk tidak hanya berdiam diri tanpa melakukan aktivitas.
Tetapi, pergunakanlah kesempatan yang baik ini dengan memperbanyak amalan-amalan sunnah lain.
Baca juga: Bacaan Doa Setelah Salat Tarawih Lengkap dengan Artinya, Sempurnakan Ibadah Ramadan 2026
Berikut 5 amalan sunnah di bulan Ramadhan:
1. Mengerjakan Qiyamul-Lail
Menerjakan qiyamul-lail di malam hari saat bulan ramadhan sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
"Barangsiapa mengerjakan qiyam (shalat) Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu” [HR. al-Bukhari dan Muslim].
2. Mengakhirkan Makan di Waktu Sahur
Rasulullah menganjurkan untuk makan sahur, bahkan mengakhirkannya.
Terdapat barokah di dalam sahur, dengan sahur umat Muslim akan semakin mendapatkan keberkahan puasa di bulan Ramadan.
“Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu, janganlah kalian meninggalkannya sekalipun hanya dengan minum seteguk air. Karena sesungguhnya Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad).
Sunnah dari makan sahur adalah mengakhirkan sahur.
3. Menyegerakan berbuka
Ketika berbuka puasa adalah salah satu waktu terkabulnya do’a. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang yang do’anya tidak ditolak : (1) Pemimpin yang adil, (2) Orang yang berpuasa ketika dia berbuka, (3) Do’a orang yang terzalimi.”
Ketika berbuka adalah waktu terkabulnya do’a karena saat itu orang yang berpuasa telah menyelesaikan ibadahnya dalam keadaan tunduk dan merendahkan diri.
4. Memperbanyak sedekah
Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih banyak lagi melakukan kebaikan di bulan Ramadhan. Beliau memperbanyak sedekah, berbuat baik, membaca Al Qur’an, shalat, dzikir dan i’tikaf.”
5. Mempelajari Al-Quran
“Dari Ibnu Abbas r.a. (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Rasulullah saw adalah orang yang paling dermawan, apalagi pada bulan Ramadhan, ketika ditemui oleh Malaikat Jibril pada setiap malam pada bulan Ramadhan, dan mengajaknya membaca dan mempelajari al-Qur’an. Ketika ditemui Jibril, Rasulullah adalah lebih dermawan daripada angin yang ditiupkan.” [Muttafaq ‘Alaih].
Artikel dari Serambinews.com
Sumber: Serambi Indonesia
| Tak Perlu Absen! Begini Panduan Muslimah Haid Ikut Merayakan Sukacita di Lapangan Salat Id |
|
|---|
| Sucikan Hati, Sempurnakan Kemenangan! Panduan Lengkap Niat Zakat Fitrah Diri Sendiri hingga Keluarga |
|
|---|
| Dilema Mudik, Bolehkah Musafir Membatalkan Puasa Ramadhan? Simak Penjelasan Lengkapnya |
|
|---|
| Menanti Hilal Syawal 1447 H! Jadwal Lengkap, Lokasi, dan Prediksi Sidang Isbat Lebaran 2026 |
|
|---|
| Menjemput Cahaya Lailatul Qadar, Rahasia Waktu dan Lakukan Persiapan Ini di Penghujung Ramadhan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ilustrasi-wanita-berdoa.jpg)