Inspirasi
11 Orang yang Memilih Berbuat Baik Daripada Berpaling
Ketika Orang Memilih Diam atau Berpaling , Beberapa Justru Mengambil Langkah Kecil Namun Berarti: Menunjukkan Kebaikan Kepada Orang Lain
Editor: Tim TribunTrends
Ketika Orang Memilih Diam atau Berpaling , Beberapa Justru Mengambil Langkah Kecil Namun Berarti: Menunjukkan Kebaikan Kepada Orang Lain
TRIBUNTRENDS.COM - Momen-momen sehari-hari sering kali mengungkapkan bagaimana tindakan kebaikan kecil dapat mengubah hidup seseorang. Baik itu membantu orang asing, menawarkan dukungan, atau memperhatikan ketika ada sesuatu yang terasa tidak beres, kisah-kisah nyata ini menunjukkan kekuatan empati , hubungan antarmanusia, dan berbuat baik ketika hal itu paling dibutuhkan.
Baca juga: 13 Kebetulan Aneh yang Tak Masuk Akal Bukti Bahwa Realitas Lebih Misterius dari Fiksi
1.
Saat berjalan pulang, saya melihat seorang remaja dengan panik meraba-raba sakunya. Saya bertanya apakah dia kehilangan sesuatu dan menemukan dompetnya di pinggir jalan. Dia panik karena tidak mampu menggantinya, jadi saya mengembalikannya. Keesokan harinya, saya menemukan sebuah amplop kecil di kotak surat saya. Di dalamnya ada catatan ucapan terima kasih dan kartu hadiah. Ternyata dia adalah teman sekamar saya, bekerja paruh waktu di badan amal setempat, dan bersikeras saya bisa menggunakannya untuk membantu orang lain yang membutuhkan.
2.
Di taman, seorang ibu dengan dua anak dan kereta bayi sedang berusaha mengangkat balitanya ke ayunan sambil menyeimbangkan tas belanjaan. Saya berjalan mendekat dan menstabilkan kereta bayi, dan dia menghela napas lega seperti balon yang akhirnya terlepas. Kami bertukar tips tentang tidur siang dan dokter anak lokal terbaik, dan akhirnya mengobrol sampai anak-anaknya pergi.
Sebulan kemudian, dia mengirim email kepada saya secara tiba-tiba dengan undangan ke pertemuan orang tua yang dia mulai, katanya dia ingat betapa tenangnya saya dan ingin ada beberapa orang seperti itu di sekitarnya. Saya tidak menyangka akan menjadi bagian dari kelompok kecil mingguan itu, tetapi itu adalah hal terdekat yang pernah saya miliki sebagai jaringan dukungan lingkungan.
3.
Saat ibuku menjalani operasi , aku duduk di ruang tunggu rumah sakit , menahan air mata. Seorang asing di seberangku menggeser sebatang granola di atas meja. Dia tidak mengatakan sepatah kata pun, hanya mengangguk seolah mengerti.
Putrinya yang masih kecil sakit parah, tetapi dia meluangkan waktu untuk memperhatikanku. Tindakan kecil itu mengingatkanku bahwa aku bukan satu-satunya yang merasakan ketakutan hari itu.
4.
Untuk ulang tahunku yang ke-10, ibuku membawa pulang satu balon merah. Hanya satu. Aku cemberut karena anak-anak lain punya banyak balon. Dia tersenyum lemah dan berkata, "Balon ini spesial."
Aku tidak percaya. Aku meletuskannya malam itu juga, dengan marah. Di dalamnya ada uang kertas $5 yang dilipat dan sebuah catatan tulisan tangan: "Belanjakan ini untuk sesuatu yang membuatmu tersenyum. Selamat ulang tahun, sayang."
Dia adalah seorang ibu tunggal yang bekerja di dua pekerjaan. Balon itu adalah satu-satunya yang mampu dia beli. Puluhan tahun kemudian, dengan anak-anakku sendiri, aku masih menyesal tidak melihat pengorbanannya.
Kebaikan hatinya terbungkus karet dan udara. Aku baru menyadarinya setelah balon itu hilang.
5.
Saya sedang jogging pagi ketika seorang pesepeda tergelincir di jalan berkerikil dan jatuh dengan keras. Saya membantunya duduk, memeriksa lututnya, dan memegang sepedanya sementara dia menarik napas dalam-dalam. Kami bertetangga, jadi situasinya tidak terlalu canggung. Dia malu tetapi bersyukur, bersikeras bahwa semuanya baik-baik saja dan dia akan melanjutkan perjalanannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ilustrasi-seseorang-membantu-orang-lain.jpg)