“Dia kerja dari pagi sampai malam,” katanya lirih.
Kenangan Terakhir
Hari terakhir, Zulkifli sempat bercakap dengan Affan saat memanaskan motor. Tak disangka, itu menjadi pertemuan terakhir.
Kini, hanya kenangan sederhana dan doa yang tersisa.
Affan dimakamkan di TPU Karet Bivak. Zulkifli berdiri di tepi liang lahat, menyaksikan tanah merah menutup jasad putranya.
“Saya cuma minta keadilan aja,” ucapnya singkat, sebelum menyalatkan jenazah.
Baca juga: Alasan Sopir Rantis saat Lindas Affan, Hanya Pikirkan Rekan di Dalam Mobil: Kita Harus Selamat
Permintaan Maaf Kapolri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan penyesalan mendalam atas tragedi ini.
“Saya sangat menyesali insiden yang terjadi, dan mohon maaf sebesar-besarnya atas insiden ini,” ujarnya.
Namun, bagi keluarga, kata-kata maaf tak mampu mengembalikan nyawa Affan.
Tindakan Tegas Propam
Kadiv Propam Polri, Irjen Pol Abdul Karim, memastikan ketujuh anggota kini diamankan.
“Saat ini masih dalam proses pemeriksaan dan pendalaman,” ujarnya.
Berdasarkan gelar perkara awal, mereka terbukti melanggar kode etik profesi.
“Mulai hari ini kami lakukan penempatan khusus di Div Propam Polri selama 20 hari, sejak 29 Agustus sampai 17 September,” tegas Abdul Karim.
Siapa Sebenarnya di Balik Kemudi Rantis?
Irjen Abdul Karim juga merinci posisi para anggota saat tragedi.
Pengemudi: Bripka R
Sebelah pengemudi: Kompol C
Di belakang: Aipda M, Briptu D, Bripda M, Baraka J, dan Baraka Y
Keterangan itu menegaskan, pengemudi utama rantis maut tersebut adalah Bripka R.
***
(TribunTrends/Jonisetiawan)