Ia menyebut hanya punya waktu lima menit untuk mengambil keputusan hidup dan mati.
"Lima menit lewat selesai kami. Akhirnya Alhamdulillah Tuhan kasih kami jalan dan masuk kita ke jalan itu dan selamat lah kita."
Menurutnya, dalam situasi seperti itu, tidak ada ruang untuk berpikir tentang apa pun selain melindungi mereka yang berada di dalam kendaraan.
"Yang saya pikirkan manusia yang ada di dalam kendaraan harus selamat. Saya hanya berpikir seperti itu, harus segera sampai saya."
"Jadi maju kami mati, mundur pun kami mati."
Ketika ditanya soal Affan, sopir itu mengaku tak sadar. Ia menyangka kendaraan hanya melindas tumpukan batu.
Baca juga: 7 Fakta Pilu Affan Kurniawan, Ojol Tewas Dilindas Rantis Brimob saat Demo DPR, Sempat Antar Pesanan
Affan: Bukan Demonstran, Hanya Anak Muda yang Sedang Bekerja
Namun di sisi lain cerita ini, ada seorang pemuda yang seharusnya bisa pulang malam itu, membawa pesanan pelanggan dan sedikit uang untuk keluarganya.
Namanya Affan Kurniawan. Usianya baru 21 tahun. Ia bukan aktivis, bukan provokator. Ia hanya bekerja.
Hafidz, rekan sesama ojol yang menyaksikan langsung kejadian tragis itu, menceritakan dengan suara tercekat:
"Dia nggak ikut demo, lagi mau nyeberang kena mobil Barracuda ngebut, jadi kelindes. Saya ada di TKP, saya lagi lihat orang tawuran. Teman-teman langsung bawa ke RS, diperjalanan nggak ketolong. Meninggal pas perjalanan."
Kenangan tentang Affan masih hangat di benak rekan-rekannya. Sosok ceria yang sering menghidupkan suasana, kini tinggal kenangan.
"Nongkrong tergantung dapatnya di mana. Affan itu suka bercanda, ketawa-ketawa, itu aja sih. Saya terakhir ketemu kemarin pas mau anter food, anterin orderan."
(TribunTrends.com/ WartaKotalive.com/ Disempurnakan dengan bantuan AI)