Map jenis pertama berisi dokumen-dokumen yang berkaitan dengan individu pengarang.
Sementara map jenis kedua berisi permasalahan atau suatu soal.
6. Mengapa Jassin bersusah payah mengumpulkan dokumentasi sastra?
Jawaban: H.B Jassin bersusah payah mengumpulkan dokumentasi sastra karena ia memang menyukai dokumentasi.
Selain itu, H.B Jassin memiliki harapan bahwa dokumentasi sastra yang ia bangun dapat dijadikan bahan penyelidikan yang hasilnya diterbitkan dalam berbagai publikasi seperti buku, koran, dan majalah.
4. Apa tanggapan kalian setelah membaca artikel tentang H.B. Jassin? Diskusikanlah bersama kelompok kalian (4–5 orang) tentang informasi tambahan dari sosok H.B. Jassin yang diperoleh dari artikel tersebut. Sebagai pemandu, kalian dapat menggunakan tabel berikut ini.
Jawaban:
1. Riwayat Pendidikan:
- HIS Balikpapan (1927-1929)
- HBS Medan (1932-1939)
- Universitas Indonesia
2. Riwayat Pekerjaan:
- Menjadi amtenar di Kantor Asisten Residen Gorontalo.
- Bekerja di Balai Pustaka, Jakarta.
3. Minat terhadap Dokumentasi Sastra:
H.B Jassin sudah terlihat memiliki minat di bidang dokumentasi sejak usianya masin 10 Tahun dan bersekolah di HIS Balikpapan.
Menurut Pamusuk Eneste, Jassin sudah menyimpan bukunya secara teratur dan rapi saat itu
Jassin menyimpan buku-bukunya dan karangan sejak sekolah sampai kuliah di Universitas Indonesia dengan baik.
4. Hal yang Dilakukan dalam Pendokumentasian Sastra:
H.B. Jassin menggarap dokumentasi sastra secara sistematis di Balai Pustaka.