Kisah Riko Jandika, driver ojek online (ojol) berhasil lolos IPB tanpa tes, semua berkat talenta pramuka.
TRIBUNTRENDS.COM - Menapaki jalan hidup yang tak mudah, Riko Jandika memilih untuk tak hanya bermimpi, tapi juga berjuang keras mewujudkannya.
Di usia yang masih muda, setelah tiga bulan lulus dari bangku SMA, ia mengambil keputusan besar, menjadi pengemudi ojek online.
Pilihan ini bukan karena keterpaksaan semata, melainkan karena tekad untuk berdiri di atas kaki sendiri, sembari tetap mengejar cita-cita masuk Perguruan Tinggi Negeri.
Di tengah lalu lintas kota dan terik matahari, Riko menghabiskan harinya mengantar penumpang.
Tapi di balik helm dan jaket ojol-nya, ia menyimpan semangat yang tak kalah panas: impian untuk menembus dunia akademik.
Baca juga: Kisah Ding Yuanzhao, Lulusan Oxford Asal China yang Kini Kerja Jadi Kurir Makanan
Usahanya berbuah manis saat ia diterima di IPB University, di Program Studi Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian.
Sebuah pencapaian yang tak hanya membanggakan, tetapi juga menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesabaran bisa menembus batas.
Selama masa tunggu pasca kelulusan SMA, Riko enggan membuang waktu dengan berpangku tangan. Ia memilih untuk terjun langsung ke dunia kerja.
“Saya berpikir untuk mencari pekerjaan. Awalnya ingin kerja di restoran, tapi saya khawatir dengan sistem kontrak dan gaji yang tidak jelas,” ujar lulusan SMAN 9 Kota Bogor, dikutip dari laman resmi IPB University, Selasa (15/7/2025).
Menjadi driver ojol dipilihnya bukan tanpa alasan. Pekerjaan ini memberikan fleksibilitas waktu dan membuka ruang untuk tetap belajar, sekaligus menjadi jalan menuju kemandirian finansial.
“Saya ingin mandiri dan tidak dimanja oleh kehidupan. Saya juga ingin membantu orang tua,” ucapnya mantap.
Setiap tetes keringatnya di jalan ia ubah menjadi bekal hidup. Penghasilan dari ojek online digunakan untuk membeli keperluan pribadi, seperti makanan dan transportasi, serta meringankan beban keluarga.
“Saya beli kebutuhan sendiri, seperti makanan dan transportasi. Kadang saya juga kasih orang tua beras, minyak, atau uang,” ceritanya dengan tulus.
Menariknya, Riko tak harus melalui jalur tes untuk bisa masuk IPB. Ia lolos melalui Jalur Talenta, berkat prestasinya di bidang Pramuka, membuktikan bahwa keunggulan nonakademik juga bisa membuka gerbang pendidikan tinggi.