Tragedi ini langsung menjadi perhatian nasional.
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, menyampaikan belasungkawa secara terbuka.
“Turut berbelasungkawa kepada seluruh keluarga korban.
Kami berdoa agar kalian diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi ujian berat ini,” ucap Anwar, didampingi istrinya, Datuk Seri Dr. Wan Azizah Wan Ismail.
Menteri Pendidikan Tinggi, Datuk Seri Dr Zambry Abdul Kadir, juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam membantu keluarga korban, termasuk penyediaan akomodasi dan kebutuhan logistik di Ipoh serta Gerik.
UPSI sendiri telah membuka pusat informasi dan bantuan melalui hotline (+60) 019-571 9977.
Selain itu, satu staf ditunjuk untuk mendampingi setiap keluarga korban agar koordinasi dan dukungan berjalan efektif.
Rektor UPSI, Prof. Datuk Dr Md Amin Md Taff, menyampaikan bahwa pihak kampus akan mendukung penuh seluruh proses penanganan pasca-kejadian dan siap mengambil langkah penyelidikan internal jika diperlukan.
Kondisi Medis Korban dan Proses Evakuasi
Proses penyelamatan dilakukan secara intensif oleh tim pemadam kebakaran dan relawan.
Untuk mengevakuasi korban, tim harus memotong bagian belakang bus menggunakan alat hidrolik.
“Pemadam kebakaran menstabilkan kondisi korban luka dan mengevakuasi mereka dari bus sebelum diserahkan kepada personel Kementerian Kesehatan di lokasi kejadian.
Semua korban luka, termasuk yang keluar sendiri, mendapat pertolongan pertama di tempat.
Jenazah korban diserahkan ke polisi untuk proses lebih lanjut,” ujar Nor Ahmad.
Korban luka kemudian dilarikan ke rumah sakit menggunakan kendaraan Layanan Penyelamatan Medis Darurat (EMRS), ambulans Kementerian Kesehatan, dan Pasukan Pertahanan Sipil (APM).