"Kita harus menuju ke arah merit system, semua adalah merit prestasi, prestasi, pengabdian, pengorbanan," ujar Prabowo dalam video tersebut.
Fedi Nuril kemudian mengomentari pernyataan tersebut dengan sinis melalui cuitannya di Twitter/X:
"Kata @prabowo 'kita harus menuju ke arah merit (kemampuan) system. Prestasi!' Tapi, yang diangkat menjadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN) malah Ifan Seventeen yang kemampuan, pengalaman dan prestasinya dalam film Indonesia gak jelas ????"
Cuitan tersebut langsung mendapat perhatian luas dari netizen. Hingga Kamis (13/3/2025) siang, cuitan Fedi telah dibagikan lebih dari 14 ribu kali dan mendapatkan lebih dari 52 ribu suka serta 2 ribu komentar.
Reaksi netizen pun beragam, mulai dari yang mendukung Fedi, hingga mereka yang mengkritik keberaniannya dalam menyuarakan ketidaksetujuannya terhadap pengangkatan Ifan.
Pro dan Kontra terhadap Pengangkatan Ifan Seventeen
Kontroversi ini menambah panjang daftar perdebatan seputar penunjukan pejabat publik yang melibatkan kedekatan dengan kekuasaan.
Sementara sebagian pihak mendukung keberanian Fedi Nuril dalam mengkritik keputusan tersebut, ada pula yang berpendapat bahwa kritik tersebut terlalu tajam dan tidak adil bagi Ifan Seventeen.
Namun, bagi sebagian besar netizen, kontroversi ini tidak hanya sekadar tentang merit system atau kompetensi.
Hal ini juga mencerminkan keresahan masyarakat tentang pengangkatan pejabat-pejabat negara yang dinilai tidak berhubungan langsung dengan bidang yang dipimpinnya, meskipun ada latar belakang politik yang kuat.
Dengan adanya perdebatan ini, publik pun terus mempertanyakan apakah penunjukan Ifan Seventeen merupakan bentuk dari sistem merit yang dijanjikan oleh Prabowo, atau justru sebuah langkah yang lebih dipengaruhi oleh koneksi dan kedekatan politik.
(TribunTrends.com/TribunBengkulu/Ricky Jenihansen)