"Semua orang membuat kesalahan, dan Kim Sae-ron berusaha untuk terus maju. Tindakan A memicu kritik dari YouTuber lain dan publik," jelasnya.
Kwon mengonfirmasi bahwa materi yang terkait dengan konten A sedang dikumpulkan, dan keluarga yang ditinggalkan sedang mempertimbangkan tindakan hukum.
"Jika mereka melanjutkan gugatan atau mengajukan keluhan kepada Komisi Arbitrase Pers, kami akan memberikan dukungan penuh tanpa biaya," jelas Kwon.
Ia juga menyerukan tindakan sistemik terhadap konten yang berbahaya, dengan menekankan.
"Selebriti juga manusia. Masyarakat harus memberi mereka kesempatan untuk memulai hidup baru sambil melindungi mereka dari pelecehan daring," pungkasnya.
Baca juga: Daftar Drakor Dibintangi Kim Sae Ron, Awali Karier Usia 9 Tahun, Langsung Bintangi Film Layar Lebar
Sebelumnya, Kepolisian Seongdong, Seoul, menerima laporan pada pukul 16.54, 16 Februari, tentang Kim Sae Ron yang ditemukan tidak bernapas di rumahnya. Saat itu, dia berusia 25 tahun.
Pelapor diketahui merupakan seorang kenalan yang telah berencana bertemu dengan Kim Sae Ron.
Petugas kepolisian segera membawa Kim Sae Ron ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong karena jantungnya sudah berhenti berdetak saat ditemukan.
Penyelidikan di lokasi kejadian tidak menemukan tanda-tanda adanya tindakan kriminal.
(TribunTrends.com | Grid.ID) | Grid.ID)