Selebrita

Kehidupan Epy Kusnandar, dari Aktor, Idap Kanker, Pakai Narkoba, Kini Bantu Karina Ranau Jaga Warung

Editor: Dika Pradana
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Rekam jejak kehidupan aktor Epy Kusnandar, dari aktor top, idap kanker, terlilit utang, terjerat narkoba, kini bantu Karina Ranau jaga warung.

TRIBUNTRENDS.COM - Inilah rekam jejak kehidupan aktor Epy Kusnandar yang kini membantu istrinya, Karina Ranau jaga warung makannya setelah selesai masa rehabilitasi kasus narkoba.

Aktor Epy Kusnandar kini mengaku bertobat dari narkoba dan memilih untuk hidup bersama istrinya menjaga warung makannya.

Diketahui, Epy Kusnanda ditangkap polisi di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (9/5/2024) malam.

"Penangkapan di lakukan di sekitar apartemen Kalibata city milik di warung milik saudara EK," kata AKBP Indrawienny, Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Barat di kantornya, Jumat (10/5/2024).

Adapun penangkapan Epy Kusnandar berdasarkan hasil laporan dari masyarakat.

Dalam penangkapan polisi menemukan barang bukti berupa ganja dari salah satu terduga pelaku.

Baca juga: Apa Kabar Epy Kusnandar? Suami Karina Ranau Sudah Selesai Rehab, Sedih Baca Komen Netizen: Nyakitin

Epy Kusnandar telah bebas dari tempat rehabilitasi pada 17 Agustus 2024 lalu usai dirinya terjerat kasus penyalahgunaan narkoba.

Kini dirinya memilih untuk menjaga warung bersama istrinya.

Seperti diketahui, nama Epy sempat tenar setelah dia memerankan tokoh Kang Mus di sinetron Preman Pensiun. 

Rekam jejak kehidupan aktor Epy Kusnandar, dari aktor top, idap kanker, terlilit utang, terjerat narkoba, kini bantu Karina Ranau jaga warung. (Instagram)

Berikut rekam jejak Kehidupan Epy Kusnandar: 

1. Dari teater ke layar televisi

Epy Kusnandar lahir di Garut, Jawa Barat, 1 Mei 1964.

Karier Epy Kusnandar di dunia akting diawali dari kegiatannya mengikuti teater.

Setelah lulus SMA pada tahun 1983, Epy baru melanjutkan ke Institut Kesenian Jakarta (IKJ) pada tahun 1989.

Sejak itu, Epy aktif di berbagai sanggar teater seperti Pantomim Sena Didi dan Theater Aristokrat.

Halaman
123