Kebetulan saat Soekarno memerintah di Yogyakarta, Rima diajak oleh orang tuanya untuk berkunjung. Rima Melati merupakan anak dari desainer terkenal saat itu, Non Kawilarang.
Rima Melati diketahui lahir di Tondano 22 Agustus 1939, dan seorang model, pemeran dan penyanyi Indonesia keturunan Belanda dan Minahasa, Sulawesi Utara.
Disegani karena kecakapan akting dan keserbagunaannya, ia dianggap khalayak sebagai salah satu aktris Indonesia terbesar sepanjang masa.
Kariernya terus mengikuti perkembangan zaman, dimana Rima turut membintangi beberapa judul sinetron seperti Wulan, Cinta Tak Pernah Salah, Buku Harian Nayla: 8 Tahun Kemudian.
Rima pun diketahui telah meraih banyak penghargaan dari Festival Film Indonesia maupun Asia-Pasific Film Festival.
Dalam kehidupan pribadi, Rima menikah dengan aktor Frans Tumbuan pada 3 Desember 1973. Pernikahan tersebut dikaruniai tujuh orang anak dan bertahan hingga maut memisahkan.
Suaminya, Frans diketahui lebih dahulu meninggalkan Rima Melati pada 23 Maret 2015. Kini kabarnya Rima Melati juga telah menyusul mendiang suaminya tersebut.
Rima Melati dikabarkan meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada 23 Juni 2022 lalu.
2. Titiek Puspa
Sudarwati atau yang lebih dikenal dengan nama Titiek Puspa merupakan musisi legendaris Indonesia yang masih hidup hingga saat ini.
Perempuan kelahiran 1 november 1937 ini diketahui putri dari pasangan Tugeno Puspowidjojo dan Siti Mariam. Keluarganya kemudian mengganti namanya menjadi Kadarwati dan akhirnya menjadi Sumarti.
Saat kecil, Titiek bercita-cita ingin menjadi guru taman kanak-kanak. Namun, setelah memenangkan beberapa kompetisi menyanyi, dia memutuskan untuk menjadi seorang penghibur yakni penyanyi.
Dia membuat keputusan tersebut sekitar usia 14 tahun. Namun, orang tuanya menentang keputusannya tersebut.
Atas alasan ingin menjadi penghibur itulah makanya Titiek memilih mengganti namanya dari Sumarti menjadi Titiek, yang diambil dari nama panggilan sehari-hari.
Tak disangka Titiek pun akhirnya bertemu dengan Presiden Soerkarno. Dia pun menjadi penyanyi langganan Istana Presiden.
Karena kerap bernyanyi di depan Presiden Soekarno, akhirnya presiden pertama Indonesia tersebut memberikan nama panggung untuk sang penyanyi.
Akhirnya nama Titiek pun berubah menjadi Titiek Puspa pada 1950-an.