Durov sebenarnya sudah berhenti menyumbangkan sperma beberapa tahun yang lalu.
Tetapi klinik tersebut mengklaim bahwa sperma Durov masih digunakan di klinik-klinik IVF (bayi tabung) besar di seluruh dunia, yang telah membekukannya dan menggunakan spermanya sesuai kebutuhan.
Disentil Elon Musk
Setelah mengetahui Durov memiliki seratus anak, Elon Musk merespons dengan merepost postingan di Twitter.
"“Rookie numbers lmao” – Genghis Khan," tulis Elon Musk.
Genghis Khan adalah penguasa Mongolia yang terkenal menjadi ayah bagi ribuan anak.
Siapa Pavel Durov?
Pavel Durov adalah seorang miliarder sekaligus CEO dari aplikasi perpesanan Telegram.
Mengutip ABC News, Pavel Durov lahir Leningrad, (sekarang Saint Petersburg), Rusia pada 10 Oktober 1984.
Ia memulai kiprahnya dalam kewirausahaan teknologi pada tahun 2006, mendirikan jejaring media sosial Rusia bernama VKontakte (VK).
Seperti Facebook, VK dengan cepat mendapatkan perhatian di antara pengguna berbahasa Rusia, menawarkan platform untuk interaksi sosial, berbagi konten, dan berjejaring.
Namun, keberhasilan platform tersebut mengundang perhatian dari pemerintah Rusia, termasuk Vladimir Putin.
Durov menghadapi tekanan yang semakin besar untuk mematuhi permintaan pemerintah terkait data pengguna.
Pada tahun 2014, Durov dipaksa meninggalkan VK karena menolak mematuhi tuntutan untuk menutup komunitas oposisi di platform tersebut.
Ia dilaporkan menolak memblokir laman mendiang pemimpin oposisi Rusia Alexei Navalny di platform tersebut.