Khazanah Islam

1 Hal Krusial yang Seharusnya Jangan Diucap Pasangan Suami Istri, Buya Yahya Beri Tips Nikah Bahagia

Editor: Dhimas Yanuar
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Buya Yahya Ingatkan agar pasutri jangan pernah ucap ini sampai akhir hayat mereka, termasuk hindari minta-minta.

TRIBUNTRENDS.COM - Ada 1 hal krusial yang seharusnya diketahui pasangan suami istri di kala mengarungi bahtera rumah tangga.

Yap, satu hal tersebut adalah jangan sampai mengucap keburukan dan kekurangan pasangan.

Hal ini sangat berpengaruh pada mental para pasangan suami istri dalam menjalin hubungan yang berlandaskan ajaran agama Islam.

Buya Yahya mengingatkan para pasangan suami istri atau pasutri agar tidak mengucapkan kekurangan pasangan bahkan sampai ia mati sekalipun.

Baca juga: Tips Anti Gonjang-ganjing Suami Istri, Buya Yahya Beber 5 Sifat Baik Hubungan Rumah Tangga

Menyembunyikan kekurangan pasangan dalam kondisi apapun merupakan hal baik yang dapat mendukung rumah tangga bahagia, harmonis dan langgeng.

Hal tersebut disampaikan pendiri pondok pesantren LPD Al Bahjah, Cirebon, Buya Yahya dalam sebuah kajian dakwahnya yang diunggah di kanal YouTube Al Bahjah TV.

Dalam nasihatnya, Buya Yahya mengingatkan para pasutri ketika anda menemukan kekurangan pada pasangan, maka jangan sekali-kali anda mengucapkan satu kalimat pun soal kekurangan yang ada pada dirinya dan jangan pula menceritakan kekurangan tersebut kepada orang lain.

Jika kamu menemukan kekurangan pada pasangan dalam berumah tangga, cukup disimpan, jangan pernah disebut atau diumbar bahkan sampai kamu mati sekalipun.

Ini merupakan cara terbaik dalam menjaga keharmonisan dan keindahan dalam rumah tangga.

"Hei para suami dan istri, agar lestari rumah tanggamu, agar rumah tanggamu indah, maka pastikan, pastikan jika engkau menemukan keurangan pada pasanganmu, pastikan kau tidak akan menyebut kekurangan ini di matanya dan di mata manusia sepanjang hidupmu sampai kau mati, sampai mati jangan disebut, karena semua pasangan pasti ada kekurangan," kata Buya Yahya.

Setiap manusia pasti mempunyai kekurangan dalam dirinya, tak terkecuali pada pasangan, orang yang paling dekat dengan kita.

Maka dari itu, sambung Buya, jika anda mempunyai kebiasaan menyebut kekurangan pasangan, ini merupakan bentuk kebusukan dalam diri.

Sekalipun pasutri terlibat masalah konflik rumah tangga, tidak baik menyebut kekurangan pasangan.

Sekali anda menyebut kekurangan pasangan, ini akan terus berlanjut, saling berbalas dan tidak ada habisnya sehingga rumah tangga berisiko mengalami keretakan dan tidak harmonis lagi.

"Kalau seorang suami mengatakan 'hai istriku kenapa hidumu begitu?', lalu langsung dibalas oleh istri spontan 'abang kenapa bibirnya begitu?', balas terus caci maki gak ada ujungnya, karena apa? Biasa mencaci dan mengolok," tambah Buya.

Tak hanya itu, menyebut kekurangan pasangan dalam sebuah konflik juga semakin memperbesar masalah, sekaligus melukai perasaan pasangan. 

"Maka pastikan hidupmu tidak ada caci maki," pungkas Buya Yahya.

Termasuk Hindari Minta-Minta, Buya Yahya Bagikan 5 Tips Agar Rumah Tangga Bahagia dan Penuh Berkah

Menjalani rumah tangga bahagia dan penuh berkah adalah dambaan setiap pasangan suami istri atau pasutri yang memutuskan untuk mengarungi bahtera kehidupan bersama.

Untuk mendapatkan rumah tangga yang harmonis, bahagia dan penuh berkah, pasutri harus sama-sama berjuang dan berupaya untuk meraihnya.

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk mencapai rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah, salah satunya adalah menjauhi sifat jelek.

Seringkali ada sifat-sifat jelek yang dapat merusak keharmonisan rumah tangga.

Dalam sebuah ceramah inspiratif oleh Buya Yahya, beliau membahas tentang bagaimana menghindari sifat-sifat jelek ini demi menciptakan rumah tangga yang bahagia dan penuh berkah.

Dilansir Serambinews.com dari laman al bahjah, berikut tips mendapatkan rumah tangga bahagia dengan cara menjauhi sifat jelek berikut:

1. Tuntutan dan Ekspektasi Berlebihan

Dalam ceramahnya, Buya Yahya mengisahkan tentang tuntutan yang berlebihan dari mertua terhadap menantunya.

Ia menyoroti kasus seorang laki-laki yang dipaksa menjual motor satu-satunya untuk memenuhi tuntutan mertuanya.

Buya Yahya menekankan bahwa tuntutan dan ekspektasi yang tidak realistis dapat membawa dampak negatif pada rumah tangga.

Ia menyarankan untuk menghindari mengorbankan kesejahteraan keluarga demi memenuhi tuntutan yang tidak masuk akal.

2. Berbagi dan Membantu dengan Ikhlas

Dalam konteks membantu keluarga, terutama adik-adik atau saudara, Buya Yahya menegaskan pentingnya berbagi dan membantu dengan ikhlas.

Ia mengajak untuk merasa bangga ketika pasangan kita membantu keluarga, bukan malah merasa kesulitan atau repot.

Berbagi dengan sukarela dan ikhlas akan menguatkan hubungan dalam rumah tangga serta memberikan manfaat lebih besar.

3. Menghindari Sifat Minta-Minta

Buya Yahya mengingatkan kita untuk menghindari sifat permintaan yang berlebihan, baik kepada pasangan, saudara, maupun orang lain.

Ia menyoroti bahwa memiliki jiwa pengemis dan selalu meminta-minta adalah tanda jiwa yang rendah.

Sebagai gantinya, kita harus berusaha mandiri dan hanya meminta bantuan saat benar-benar diperlukan, bukan untuk hal-hal yang seharusnya dapat kita atasi sendiri.

4. Memiliki Jiwa Berbagi

Beliau menekankan bahwa memiliki jiwa berbagi adalah sifat yang mulia dan penting untuk dibangun dalam rumah tangga.

Membantu sesama bukan hanya mengenai memberikan materi, tetapi juga tentang memberikan dukungan, nasihat, dan waktu.

Jiwa berbagi akan membawa kedamaian dan kebahagiaan dalam rumah tangga.

5. Menghargai Kemandirian

Dalam ceramahnya, Buya Yahya juga menggarisbawahi pentingnya menghargai kemandirian.

Ia mencatat bahwa meminta-minta atau terlalu bergantung pada orang lain, terutama dalam hal finansial, bukanlah sifat yang baik.

Kemandirian adalah pondasi kuat dalam membangun kehidupan rumah tangga yang stabil.

Dalam ceramahnya, Buya Yahya memberikan panduan berharga tentang bagaimana menjauhi sifat-sifat jelek yang dapat merusak harmoni dalam rumah tangga.

Dengan menghindari tuntutan berlebihan, memiliki jiwa berbagi, menghargai kemandirian, serta menghindari sifat permintaan yang berlebihan, kita dapat membangun rumah tangga yang bahagia, harmonis, dan penuh berkah.

Semua ini adalah langkah-langkah penting dalam meraih keberkahan dan kebahagiaan dalam kehidupan berkeluarga.

(TRIBUNTRENDS/Serambinews.com)