TRIBUNTRENDS.COM - Tetangga gelar open house saat lebaran, pria ini sakit hati tak diundang.
Padahal sudah berseliweran keluar masuk rumah.
Namun sayangnya ia hanya bisa mencium harum aroma makanannya dari rumah, tak bisa mencicipinya.
Dikutip dari mStar, Senin (22/4/2024), lebaran adalah saatnya mempererat kembali hubungan yang renggang antar saudara, kenalan dan tetangga.
Baca juga: Lebaran Selesai, Waktunya Anak-anak Belanjakan THR, Toko Mainan Diserbu, Pedagang Raup Jutaan Rupiah
Salah satu yang paling dinantikan adalah kepulangan anak-anak migran ke kampung halamannya untuk merayakan Lebaran.
Selain itu, sepanjang bulan Syawal juga diadakan open house yaitu pesta di setiap rumah yang mengundang sahabat, anggota keluarga, dan tetangga untuk memeriahkan acara tersebut.
Namun melalui postingan di laman Facebook, seseorang mengungkapkan rasa kecewanya saat melihat lingkungannya ramai dengan adanya open house namun tidak diundang.
Menurutnya, hari itu ia sengaja berjalan beberapa kali di depan rumah tetangganya dengan harapan bisa diajak, namun akhirnya kosong.
“Kalau di tempatku, tetangga kiri dan kanan semua mengadakan open house, tapi aku belum diundang satu pun.
Aku sudah keluar masuk rumah 10 kali, ingat mungkin ada orang yang ingin mengundang saya untuk berpartisipasi dalam open house mereka.
“Tapi tidak berhasil juga.
Apa lagi yang bisa saya lakukan?” kata orang itu dari pikirannya.
Menyambangi kolom komentar, beberapa warganet pun dibuat bingung kenapa seseorang ingin menikmati makan di rumah tetangga.
"Kenapa kamu begini?
Baca juga: Niat Baik Open House Lebaran Gagal, Undang 45 Teman Tapi Sepi Tak Ada yang Datang, Terbuang Sia-sia
Open house tetangga bikin betis domba sampai-sampai kamu pengen banget ke pantai?
Masalah sepele pun bisa jadi sumber konflik.
“Kalau soal lemang, ketupat, dan rendang menurut saya biasa saja, hampir di setiap rumah jamu ada yang sama, tidak ada yang terlewatkan.
“Saya sebenarnya bersyukur kalau saya tidak diajak ke open house, saya sudah sibuk dengan banyak hal.
Kalau ada yang memanggil kami untuk datang ke open house ini, itu seperti tuntutan, salah rasanya kalau Saya tidak pergi,” kata beberapa peselancar.
Sementara itu, warganet lainnya menilai tidak pantas tuan rumah mengadakan open house tanpa mengundang tetangga sekitar.
“Hal ini termasuk dalam diskresi ketika kita hidup bertetangga. Coba bayangkan kita bertetangga, melihat deretan mobil diparkir di sebelah tapi kita malah tidak diundang ke open house mereka.
“Apalagi kalau mereka melakukan open house jenis outdoor, bau makanan akan tercium ke dalam rumah kita.
Memang benar kita melakukannya tanpa kita sadari, tapi jauh di lubuk hati kita pasti sedikit terasa.
“Iya betul, kalau saya tidak mengundang tetangga saat open house kecil-kecilan, makanan yang siap saya kirim ke tetangga akan saya bungkus agar mereka bisa mencicipinya.
Saya merasa bersalah jika tidak melibatkan mereka secara langsung.
“Jangan mikir sendiri kalau kita lakukan acara keramaian ini, kamu sudah memadati lorong depan rumahku, setidaknya dia bisa mengajakku makan sekali,” kata beberapa warga.
Niat Baik Open House Lebaran Gagal, Undang 45 Teman Tapi Sepi Tak Ada yang Datang, Terbuang Sia-sia
Silaturahmi adalah salah satu budaya umat Muslim yang harus selalu dilakukan.
Berbagai cara pasti akan dilakukan demi mempererata tali silaturahmi, dari sisi keluarga hingga teman.
Namun nyatatanya, Hari Raya Idulfitri atau Lebaran pria ini harus tercoreng karena niat baiknya untuk melakukan open house bak tak digubris.
Hal ini terkuak dari sebuah video di TikTok di mana seorang pria menceritakan pedihnya harus membuang banyak makanan gegara acara open house gagal.
Dilansir dari World of Buzz, seorang pria berakun TikTok @muaandgroomingmelaka menceritakan kepada para penonton videonya tentang open house Hari Raya Idulfitri yang gagal total.
Ia memberi judul acara open house di rumahnya: "Open house bertema: Tidak ada yang datang"
Sosok pria tersebut adalah Dekwan, ia menceritakan pedihnya membuat acara open house tetapi hanya segelintir yang datang.
Dekwan mengungkapkan kisahnya:
Baca juga: Unboxing Isi Bingkisan Open House Jokowi, Warga Dapat Kupon, Ditukar Beras, Teh hingga Minyak Goreng
“Ini mumpung ada waktu luang saat liburan, saya putuskan untuk mengadakan open house, tidak ada yang hadir."
"Masih ada juga yang datang, tapi sedikit sekali. Terima kasih kepada yang hadir, meski tidak banyak.”
Dekwan menceritakan awal mula dirinya merencanakan acara ini pada bulan Ramadhan.
Saat itu dia pergi makan malam bersama beberapa temannya.
Salah satu dari mereka berceletuk apakah dia berencana mengadakan open house di Hari Raya.
Lalu Dekwan mendapatkan ied untuk menghabiskan makan malam bersama 45 temannya.
Setelah sadar mengundang banyak teman, Dekwan juga berinisiatif menyewa kanopi untuk menampung semua temannya.
Saat berdiskusi dengan teman-temannya, mereka akhirnya sepakat untuk mengadakan open house Idulfitri di hari ke-3 lebaran.
“Saya menganggap serius soal makanan, jadi saya merencanakan semuanya terlebih dahulu untuk memastikan teman dan tamu saya merasa nyaman, mendapat cukup makanan, dan bersenang-senang.”
Dekwan juga ingin memasak untuk teman-temannya nanti.
Saat mulai sibuk di hari kedua lebaran untuk menyiapkan open house, Dekwan mendapat pesan beberapa temannya yang tak bisa ikut.
Meski awalnya tak terlalu ambil pusing, Dekwan tak menyangka bahwa sebagian besar dari temannya benar-benar tak datang.
“Saat saya menerima pesan tersebut, saya berusaha untuk tetap positif dan berpikir mungkin mereka sedang sibuk merayakan Lebaran bersama keluarga."
"Dari 45 orang, hanya 5 atau 6 yang memberitahu saya, sedangkan sisanya tidak mengatakan apa-apa.”
Dekwan pun menyebut meski temannya banyak yang tak hadir, ada tetangganya juga yang ikut acara open house tersebut.
Ia berterimakasih kepada teman dan tetangganya yang datang, ia mengaku khawatir karena makanannya akan terbuang percuma.
Dekwan merasa kecewa karena telah mempersiapkan segala sesuatunya sendiri, ia bahkan sempat menunggu hingga jam 9 malam.
“Saya menyemangati para tamu yang datang untuk membawa pulang makanan karena jumlahnya sangat banyak sehingga saya tidak ingin terbuang percuma."
"Saran saya kepada semua orang adalah jika Anda diundang ke suatu acara, selalu beri tahu tuan rumah apakah Anda akan hadir atau tidak,” tutup Dekwan.
Bagaimana menurut Anda?
(TribunTrends/Nafis/Dhimas)