Tapi kami berusaha profesional untuk mengantar pemudik-pemudik agar bisa pulang kampung," ujar Febri.
Baca juga: Ratusan Pemudik Gratis Disambut Sekda Jajang Prihono & Hidangan Soto di Terminal Ir Soekarno
Oleh karena itu, Febri menyiasati pertemuan dengan keluarga pada momen-momen puasa serta sehabis lebaran.
Bukan tanpa sebab dirinya melakukan hal tersebut. Pasalnya, sang istri kerap merasa kesepian kala lebaran tiba.
"Paling yang bikin sedih itu istri kayak janda karena saya enggak ada di rumah. Jadi saya suka minta ya sudah paling doain saja," ungkap dia.
Lebih lanjut, Febri menyampaikan jika kesulitan menjadi sopir AKAP tidak sampai di situ.
Dirinya harus menahan sabar karena lamanya perjalanan saat lebaran tiba.
Pasalnya, waktu tempuh perjalanan bisa dua kali lipat dari hari-hari biasanya.
"Ini sekarang ke Sumatera. Kalau ke Sumatera paling lama 12 jam, tapi kalau untuk saat ini bisa 1 hari satu malam," katanya.
Untuk menyiasati kelelahan, sopir PO bus Armada Jaya Perkasa itu mengaku kerap bergantian istirahat dengan tiga orang kru mobil lainnya.
Biasanya, masing-masing kru akan istirahat atau tidur selama 5 jam sekali, guna mengatasi ngantuk dan kelelahan saat berkendara.
"Untuk di PO kami itu minimal satu bis ada tiga kru, yang duanya driver (sopir), yang satunya untuk asisten. Jadi kalau yang satu ngantuk, gantian yang satu istirahat," jelas Febri.
Kini, dia hanya berharap perjalanan menuju Sumatera berjalan lancar tanpaada kendala apapun.
Dia juga berharap, para penumpangnya bisa sampai di tujuan dengan selamat dan bisa berkumpul dengan keluarga masing-masing.
"Semoga lancar ini. Saya akan sopirin sampai H+7 lebaran," pungkas dia. (m40)
TribunTrends.com/WartaKotalive.com