Sementara Rahmat Mahmudi, dari pihak takmir kubu lain menjelaskan, kejadian Rabu malam sampai Kamis dinihari karena ada pihak yang tidak terima dengan penggantian takmir dan penggantian imam sholat Magrib.
"Kami bertahan meski ditekan dan didorong dan ada teman kami yang menjadi korban pemukulan dan pengeroyokan sehingga dilerai aparat," jelasnya.
Selanjutnya pihak yang tidak terima berkerumun di halaman masjid dan tidak membubarkan diri dan jumlahnya semakin bertambah banyak.
"Massa bubar setelah ada dialog perwakilan takmir dengan keluarga KH Idris dan ada kesepakatan damai hingga adanya keputusan dari BWI," jelasnya.
Rebutan Warisan, Pria Prank Terjun ke Sumur, Naik Sendiri Gegara Tak Ditolong
Kelakuan seorang pria berinisial S (50) di Banyumas Jawa Tengah bikin geger warga, ia tiba-tiba prank terjun ke sumur.
Warga Desa/Kecamatan Rawalo itu nekat terjun ke sumur sedalam 12 meter gara-gara rebutan warisan.
Namun aksi itu ternyata hanya prank. Pasalnya, S telah menyiapkan tali untuk menyelamatkan diri.
Kapolsek Rawalo AKP Eddy Susianto menjelaskan, peristiwa itu bermula saat S melakukan mediasi bersama keluarga di rumah orangtuanya pada Rabu (6/12/2023) siang.
Mediasi ini dihadiri kepala desa (Kades), babinsa dan bhabinkamtibmas setempat.
Baca juga: SOSOK Alex Parmonangan, Anak Durhaka yang Bawa Ibu Kandung ke RSJ Demi Warisan, Sewa 3 Preman
"Saat musyawarah tiba-tiba S mengajak kades dan babinsa ke belakang rumah tetangga orangtuanya, kemudian S melompat ke dalam sumur," kata Eddy saat dihubungi, Jumat (8/12/2023).
Tak pelak aksi itu sempat membuat orang di sekitarnya kelimpungan.
Namun sekitar 15 menit kemudian, S akhirnya naik sendiri karena tak kunjung ada yang menolongnya.
"Di dalam sumur tidak lama sekitar 15 menit. Kemudian dia bilang 'ini saya tidak ditolong?', kemudian orang yang di atas mengarahkan untuk naik dengan tali yang telah disiapkan sebelumnya oleh S," ujar Eddy.
Baca juga: Tak Dapat Lawan Sabung, Pesilat di Gresik Latihan Duel dengan Pelatih, Nyawa Melayang Kena Tendang
Menurut Eddy, S berhasil naik dalam kondisi sehat.
S tidak mengalami luka-luka atau cedera dalam peristiwa itu.
"Saya suruh ganti baju, kemudian S dan pihak yang berselisih saya beri saran, keduanya saling menyadari.
Persoalan warisan sudah selesai dan dibuatkan surat pernyataan bersama oleh perangkat desa," kata Eddy.
***
Artikel ini diolah dari TribunJatim