Kasus Ditutup, Aldi Mahasiswa di Bali Tewas Akhiri Hidup, Alat Kelamin Rusak karena Ini, Leher Lecet

Editor: ninda iswara
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Aldi mahasiswa yang ditemukan tewas di Bali ternyata bunuh diri, ini penjelasan soal alat kelamin yang rusak.

TRIBUNTRENDS.COM - Kasus Aldi Sahilatua Nababan, mahasiswa yang ditemukan tewas dan membusuk di kamar kos kini menemui titik terang.

Polisi bahkan menutup kasus kematian Aldi ini lantaran sudah mendapatkan jawaban.

Terkait alat kelamin Aldi yang rusak, polisi menjelaskan jawabannya.

Diketahui bahwa setelah kematiannya sempat dianggap janggal, kini terungkap penyebab Aldi tewas bukan karena kekerasan.

Hal tersebut diungkap oleh Polresta Denpasar memastikan Aldi Nababan tewas karena gantung diri.

Bahkan mahasiswa asal Siborong-borong dinyatakan bunuh diri.

Baca juga: Mana yang Benar? Keberadaan CCTV Kasus Aldi Mahasiswa Tewas di Bali Masih Misteri, Ada Dua Versi

Mahasiswa asal Medan, Aldi Sahilatua Nababan yang ditemukan tewas di Bali diduga menulis pesan terakhir di ponselnya. (Kolase Instagaram Monalisa dan Youtube Berita Satu)

Dokter Forensik RS Bhayangkara Medan dr Ismu Rizal mengatakan, pihaknya menyimpulkan ASN tewas akibat mati gantung.

"Kami memiliki kesimpulan bahwasannya korban (Aldi) meninggal akibat mati gantung," ungkapnya saat jumpa pers yang digelar di Mapolresta Denpasar, Rabu 13 Desember 2023 dilansir dari Tribun Medan.

Jumpa pers ini dihadiri langsung oleh Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Bambang Yugo Pamungkas, Kasat Reskrim Polresta Denpasar, satu dokter dari RS Bhayangkara Medan, dan dua dokter dari RSUP IGNG Ngoerah.

Usai dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh ASN selain pada bagian leher.

Di bagian leher ASN, ditemukan jejak melingkar sementara di bawah telinga kiri, ditemukan adanya ruang kosong dengan bekas serupa dengan abjad V terbalik.

“Kami hanya menjumpai jejak tali yang melingkar di leher dengan menjumpai daerah yang kosong pada bawah telinga kiri seperti huruf V terbalik.

"Setelah lakukan pemeriksaan semuanya, kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan selain jejak itu (tali)," ungkapnya.

Saat diterima RS Bhayangkara Medan, jenazah ASN telah mengalami pembusukan dan dalam keadaan telah diformalin.

Disinggung soal kantong zakar ASN yang membengkak, dia mengatakan hal itu terjadi lantaran adanya gas akibat proses pembusukan.

Halaman
123