Percakapan dalam video tersebut juga tidak begitu jelas.
Kasus aksi perundungan tersebut bermula setelah para pelaku dan korban bermain sepakbola bersama.
Pertandingan sepakbola tersebut terdiri atas 10 anak SD melawan 3 anak SMA.
Dari kegiatan tersebut, terjadi kesalahpahaman.
Saat bermain sepakbola, salah seorang dari anak SD tersebut terjatuh.
Salah satu temannya kemudian tak terima dan marah-marah terhadap anak SMA tersebut.
Hal itulah yang kemudian berujung pada tindakan perundungan.
Sementara itu, Wakil Ketua KPAD Kota Bekasi Novrian mengatakan, badan korban sempat diputar-putar oleh tujuh pelaku.
"Dalam video terlihat satu siswa saja, tapi mungkin yang lain sempat alami juga, (badan) diputar-putar, ada juga yang mainnya kena sikut," ujar Novrian saat ditemui di SDN XVI, Bekasi Selatan, Senin (27/11/2023).
Novrian menuturkan, selain badannya diputar-putar, korban juga mendapat intimidasi dari pelaku.
Peristiwa perundungan itu terjadi usai korban dan pelaku bermain bola bersama.
"Kekerasan psikis iya, di video juga sempat diejek, ada kata mengintimidasi juga," ucapnya.
Baca juga: Tampang Fauzie, Mahasiswa yang Siksa Siswa MAN 1 Medan hingga Luka, Ketua Geng, Kini Hilang Jejak
Setelah video perundungan tersebut viral, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam mediasi di sekolah korban, SDN XVI Bekasi Selatan.
Pelaku berjanji tak akan mengulangi perbuatan mereka lagi dan akan mengayomi serta melindungi adik-adiknya itu.
"Mereka sebenarnya sudah saling memaafkan, sudah saling menerima.