Berita Viral

Sama-sama Polisi, Ibu dan Anak Kompak saat Razia Bareng, Pangkat Ibu Lebih Mentereng, Videonya Viral

Editor: jonisetiawan
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sama-sama polisi, viral ibu dan anak razia bareng, Iptu Heny memperlihatkan keakrabannya bersama sang anak yang juga berprofesi polisi.

TRIBUNTRENDS.COM - Manis sekali interaksi antara ibu dan anak di Polda Lampung ini.

Memiliki profesi yang sama, ibu dan anak ini kerap bekerja dalam waktu yang sama.

Seperti kisah Henny dan putranya, Edward yang sama-sama abdi negara di satuan Polri.

Apabila melihat unggahannya, Henny adalah anggota Polri yang menyandang pangkat Inspektur Polisi Satu (Iptu).

Sementara anaknya berpangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Baca juga: Putri Saya Lapar Polisi Israel Jaga Rumah Tahanan Palestina yang Dibebaskan, Tak Boleh Diwawancara

Baru-baru ini keduanya viral karena Iptu Heny dan Bripda Edward  tampak sedang piket malam di Polda Lampung.

Kendati sedang bertugas, sang putra tak segan gelendotan manja di pundak ibunya, Iptu Henny.

Meski begitu, Bripda Edward sedikit malu-malu lantaran jadi pusat perhatian teman-temannya.

Ramai di media sosial momen ibu dan anak yang sama-sama polisi tugas bersama, ini kisahnya.

Dalam video berdurasi 22 detik itu, Iptu Henny sempat bercanda kepada anaknya yang berprofesi sebagai polisi juga.

Iptu Henny mengatakan bahwa dirinya bersama anaknya, Bripda Edward akan piket malam berdua.

"Kita mau piket malam ya bang berdua, ya bang," ucap Iptu Heny sambil tertawa dalam unggahan TikToknya @hennyspdtwap dikutip, Selasa (28/11/2023).

Bripda Edward pun terlihat malu saat tersorot kamera dan bersembunyi di belakang punggung ibunya.

"(Ini) video. Kok malu sih bang, ini bang video dikit," sambungnya masih tertawa.

Sambil malu-malu, sang anak pun mengatakan kalau ada seniornya yang melihat dari kejauhan.

"Ada senior abang itu," kata Bripda Edward sambil memelas dan berusaha menarik ponsel.

"Eh yang mana? Piket malam berdua abang," jawab ibunya lagi sambil bergurau.

Kini, unggahan itu pun ramai di media sosial dan telah ditonton lebih dari 4,7 juta kali.

Unggahan itu juga menuai beragam reaksi dari warganet.

@flo***.
emaknya propam.

@cc***.
keren maknya propam.

@kya***.
real 2 kewajiban ibu menjaga anaknya, propam awasi anggotanya, jagain di kantor sama di rumah.

Baca juga: Warga Blitar Histeris, Penerjun Payung TNI Mendarat di Atap Rumah Warga, Parasut Tersangkut di Kabel

Iptu Henny memang terlihat kerap kali mengunggah kebersamaan dengan anak-anaknya.

Diketahui, ia memiliki dua anak, yaitu satu laki-laki dan perempuan.

Di salah satu unggahannya, ia mengaku bersyukur karena telah dikaruniai dua orang buah hati yang begitu sayang kepadanya.

“Untuk sampai ke titik ini penuh perjuangan. Alhamdulillah ya Allah,” tulisnya.

Kasus Lain: Oknum Polisi Razia Dini Hari, Tinju Mata Warga, Punya Riwayat Gangguan Mental

Entah apa yang ada di benak pikiran seorang polisi di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara) ini, dia nekat menganiaya seorang buruh tani, Darmadi.

Insiden itu terjadi Senin (20/11/2023) lalu, pada dini hari menjelang waktu subuh, sekitar pukul 03.00 WIB.

Setelah ditelusuri, oknum polisi, Brigpol BR disebut-sebut memiliki riwayat gangguan mental.

Kapolres Muratara, AKBP Koko Arianto Wardani tak menampik informasi soal anak buahnya yang memiliki riwayat gangguan mental tersebut.

Ilustrasi oknum polisi lakukan penganiayaan terhadap buruh tani. (Tribunnews.com)

"Informasi sementara itu (ada riwayat gangguan mental). 

Yang bersangkutan dalam pengawasan pengobatan," kata Arianto, Jumat (24/11/2023).

Pihaknya saat ini memang tengah memproses pengaduan dari korban, dan memastikan akan sesuai aturan hukum yang berlaku.

Namun untuk penjelasan lebih detail mengenai sejauh mana penanganan kasus tersebut, Kapolres masih menunggu laporan dari Seksi Propam.

"Masih menunggu laporan dari Propam dulu ya," kata Arianto.

Sementara itu, Kasi Propam Polres Muratara, Iptu Rusdan mengatakan kasus ini tengah dalam proses.

Menurut informasi yang didapatnya, Brigpol BR memang memiliki catatan pelanggaran disiplin sebelum kasus ini.

"Saya baru di sini (Kasi Propam), baru dilantik hari Senin pagi tanggal 20 November ini tadi, dan kejadiannya itu subuhnya tanggal itu.

Informasinya yang bersangkutan ini memang ada catatan itu (pelanggaran disiplin)," ungkap Rusdan.

Korban Darmadi didampingi anak menantunya Aidil Putra menceritakan penganiayaan yang dialaminya, diduga dilakukan oleh oknum polisi berinisial Brigpol BR, Rabu (22/11/2023).

Pihaknya memastikan akan memproses laporan dari korban, namun diakuinya terlapor Brigpol BR belum dilakukan penangkapan.

“Kalau dari hasil pelacakan kami, oknum anggota ini masih di Palembang, kami masih berusaha menjemput anggota ini,” kata Rusdan.

Sebelumnya, Darmadi (52), seorang buruh tani warga Kelurahan Muara Rupit, Kecamatan Rupit, Kabupaten Muratara mengaku mendapat penganiayaan oleh oknum polisi.

Area mata kirinya tampak masih lebam membiru akibat dipukul menggunakan tangan kosong ungkapnya.

Oknum polisi yang diduga meninju wajah Darmadi adalah Brigpol BR, anggota BA SDM Polres Muratara.

Baca juga: Malu Kepergok Lakukan Asusila, 2 Oknum Guru di Majalengka Masih Tetap Mengajar, Terungkap Alasannya

Diketahui, dugaan penganiayaan terhadap Darmadi terjadi Senin (20/11/2023) lalu, pada dini hari menjelang waktu subuh, sekitar pukul 03.00 WIB.

Kejadiannya tak jauh dari rumah Darmadi, atau di wilayah yang biasa disebut oleh masyarakat setempat sebagai kampung KBM Rupit.

Kasus ini sudah dilaporkan oleh Darmadi ke Propam Polres Muratara, dengan pelapor bernama Aidil Putra (27) yang merupakan anak menantunya.

"Sudah dilaporkan anak saya, karena awalnya yang ribut dengan polisi itu anak saya, saya datang, terus saya dipukul oleh polisi itu," kata Darmadi.

Kronologi Kejadian

Awalnya, anak menantu Darmadi yakni Aidil Putra mengendarai sepeda motor hendak pulang ke rumah.

Aidil Putra dari RSUD Rupit hendak pulang mengambil air panas di rumahnya pada dini hari itu.

Istri dari Aidil Putra atau anak kandung dari korban Darmadi sedang melahirkan di rumah sakit tersebut.

“Sekitar jam tiga subuh itu aku dari rumah sakit mau ke rumah, karena disuruh bidan ngambil air panas, istri aku sedang melahirkan,” cerita Aidil Putra pada awak media, Rabu (22/11/2023).

Baca juga: KAGETNYA Ortu 2 Bocah SD Motoran dari Madura-Jakarta, Ngira Penipuan, Percaya Usai Polisi Kirim Foto

Sampai di TKP, yang lokasinya sekitar 200 meter dari rumahnya, Aidil Putra dicegat oleh oknum polisi tersebut.

Oknum tadi menjelaskan bahwa ia sedang melaksanakan razia, dan meminta agar Aidil Putra menunjukkan surat-surat kendaraannya.

"Katanya dia razia, razia jam tiga subuh, dia sendirian, pakai baju biasa, aku kenal dengan dia, dia memang polisi, dia juga kenal dengan aku," kata Aidil Putra.

"Aku kan mau cepat, mau ngantar air tadi ke rumah sakit, jadi aku minta tolong bapak (Darmadi) yang ngurusin," tambah Aidil Putra.

Oknum polisi tersebut enggan berurusan dengan Darmadi, dengan mengatakan bukan urusan dia.

“Aku mohon-mohon, tapi kunci motor aku tidak dikasihnya,” kata Aidil Putra.

Sehingga ia pun menelepon mertuanya, Darmadi agar membantunya, dan korban pun datang ke TKP.

“Bapak aku minta tolong supaya kunci motor dikasih, dia bilang sama bapak aku, siapa kau, sudah tua mau ngurusi. Setelah itu, dia ngajak berkelahi," ujar Aidil Putra.

Sementara itu, korban Darmadi yang bagian mata kirinya terlihat membiru, menceritakan bahwa ia meminta agar oknum itu menyerahkan kunci sepeda motor anaknya.

Namun setelah sempat bersitegang, ia kemudian dianiaya oleh oknum tersebut.

“Dia mukul aku, sekali aku tangkis, kedua kali masih aku tangkis, nah ketiga kena (wajah dekat mata),” cerita Darmadi.

Setelah keributan itu, akhirnya kunci sepeda motor Aidil Putra diserahkan oleh oknum polisi tersebut.

Kemudian oknum itu pergi meninggalkan lokasi dengan mengendarai mobil.

“Harapan kami dengan laporan ini agar dia (oknum polisi) diproses hukum,” tegas Darmadi.

***

Artikel ini diolah dari TribunJabar.id