Alhasil klinik memberikan tanggal 21 Oktober agar Nanie melakukan operasi.
"Sudah dikonfirmasi oleh dokter, jika (Nanie masih) menyusui tidak apa-apa dan aman melakukan tindakan operasi. Artinya dari klinik memberikan jaminan bahwa operasi ini aman," ungkap Hartono Tanuwidjaja.
Sebelum melakukan tindakan operasi, Nanie terlebih dahulu melakukan tes darah.
Hasil tes darah dari rujukan klinik menunjukkan bahwa Nanie dalam kondisi baik.
Ia pun menjalani tindakan sedot lemak sekitar pukul 13.35 sampai dengan 17.40 WIB.
Baca juga: Mengenaskan Kondisi Nanie Darham, Sudah Meninggal saat Dilarikan ke RS, Mata dan Hidung Berdarah
Namun baru 5 menit selesai operasi, kondisi Nanie mengkhawatirkan hingga dilarikan ke Rumah Sakit dr. Suyoto, Bintaro, Jakarta Selatan dengan ambulance.
Saat dibawa ke rumah sakit, Nanie rupanya sudah meninggal dengan kondisi darah keluar dari mata dan hidung.
Diduga Nanie meninggal akibat malapraktik saat melakukan prosedur sedot lemak.
Karena itu, keluarga Nanie melaporkan dugaan malapraktik ke Polres Metro Jakarta Selatan. Laporan teregistrasi dengan nomor LP/B/3201/X/2023/SPKT/Polres Metro Jaksel/Polda Metro Jaya pada 22 Oktober 2023.
Kini, kasus meninggalnya Nanie masih diselidiki aparat kepolisian Polres Metro Jakarta Selatan.
Pihak keluarga juga melampirkan hasil visum dari RS Polri Jakarta Timur.
Dari hasil visum menjelaskan ada 3 bekas luka, yaitu bekas luka di punggung dan 2 sayatan di perut.
Keluarga juga mengajukan uji laboratorium kriminal untuk mendeteksi sampel organ tubuh.
Dari hasil itu nantinya akan diketahui obat apa saja yang masuk ke tubuh Nanie.
Adapun Nanie meninggal di usia 40 tahun.