"Hasil survei LSI ini menunjukkan bahwa publik sebagai pemegang kuasa memilih sudah semakin cerdas," ujar Habiburokhman, dikonfirmasi Tribunnews, Rabu.
Menurutnya, itu tak terlepas dari TKN Prabowo-Gibran, Koalisi Indonesia Maju (KIM), dan simpul-simpul relawan yang kerja keras meyakinkan rakyat.
"Kami semakin yakin bahwa dengan tren elektabilitas yang semakin hari semakin baik ini dan jika tidak terjadi kecurangan maka kami bisa menang satu putaran," imbuhnya.
Tanggapan Pihak Ganjar
Sementara itu, Ketua Dewan Pakar Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD, Sandiaga Uno, mengklaim hasil survei internal menunjukkan elektabilitas Ganjar-Mahfud mengalami tren positif.
Hal itu ia sampaikan ketika merespons hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang mencatat elektabilitas Ganjar-Mahfud disalip Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
"Kita berpedoman pada survei internal yang memang kami tidak pernah publish, tidak pernah kami umumkan."
"Di mana hasil daripada pemetaan calon pemilih menunjukkan tren yang baik buat Pak Ganjar dan Pak Mahfud," kata Sandiaga di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (20/11/2023).
Sandiaga tidak membeberkan secara detail hasil survei internal tersebut.
Namun, ia mengeklaim elektabilitas Ganjar-Mahfud bersaing ketat dengan pasangan Prabowo-Gibran untuk merebut posisi teratas.
Baca juga: Keluarga Perlahan Dukung Kubu Lawan, Jokowi Kena Sindir Ganjar, Status di PDIP: Sebagai Presiden RI
"Ini kan semuanya masih margin of error dan masih ada sekitar 83 hari lagi, jadi kita akan kerja lebih keras lagi," ujar politikus Partai Persatuan Pembangunan itu.
1. Survei LPI: Ganjar-Mahfud Ungguli Prabowo-Gibran
Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) melakukan survei pada 9—13 November 2023.
Hasil survei LPI menunjukkan Ganjar-Mahfud meraih 38,75 persen, Prabowo-Gibran 34,25 persen, dan Anies-Muhaimin 24,00 persen.
Sementara itu, 3,00 persen memilih tidak tahu atau tidak menjawab.