"Dan sekarang kamu juga mengetahuinya," ujarnya kepada wanita tersebut.
Giambruno kemudian menyinggung soal "aktivitas seksual berkelompok."
"Kamu mau tidak bergabung dengan kelompok kami, kelompok 'kerja' kami?"
Setelah itu terdengar suara seseorang bertanya, "Bagaimana jika Striscia merekam ucapanmu?".
Giambruno terdengar menjawab: "Apa yang saya katakan itu sangat buruk? Kita tertawa, kita bercanda."
Saat ini Giambruno belum buka suara mengenai komentarnya itu maupun hubungannya dengan Meloni.
Baca juga: Curhat Istri Dapat Baby Sitter Red Flag, Goda Suami Pakai Cara Tak Biasa: Saya Mau Bu Bekasnya
Kontroversi Lainnya
Ini bukan pertama kalinya Giambruno memicu kontroversi.
Beberapa bulan yang lalu, ia dituduh menyalahkan korban dengan mengatakan bahwa perempuan muda sebenarnya dapat menghindari pelecehan jika mereka tidak mabuk.
"Jika kamu tidak mabuk dan kehilangan kesadaran, mungkin kamu akan terhindar dari masalah tertentu karena di saat-saat itulah kamu bertemu dengan serigala."
Saat itu Giorgia Meloni mengatakan kata-kata kekasihnya itu disalahartikan.
Meloni dikenal karena keyakinannya yang kuat pada nilai-nilai keluarga Katolik tradisional dan menolak pengasuhan sesama jenis.
Alessandro Zan, seorang anggota parlemen dari Partai Demokrat berhaluan kiri-tengah dan pendukung hak-hak LGBTQ, berkomentar mengenai kandasnya hubungan Meloni.
Zan mengatakan bahwa setelah keputusannya untuk berpisah, Meloni seharusnya, setidaknya mengizinkan keluarga yang ingin tetap bersama dalam damai.
Baca juga: Baru 8 Hari Nikah, Selebgram Dicerai, Mantan Suami Malah Goda Artis Ini? Disindir Pedas: Pansos Bro?
Beberapa rekan Meloni menunjukkan dukungan mereka.
Wakil PM Matteo Salvini, mengatakan dia mengiriminya "pelukan erat, persahabatan dan dukungan" kepada Melone.
Menteri Luar Negeri Antonio Tajani berkata: "Giorgia, saya mengirimi Anda pelukan."
Antonio Ricci, pencipta Striscia La Notizia, mengatakan kepada kantor berita Ansa:
"Suatu hari Meloni akan menyadari bahwa saya telah membantunya."
Mediaset sebelumnya dimiliki oleh mendiang PM Italia Silvio Berlusconi, yang dituduh oleh para pengkritiknya karena merendahkan televisi Italia dengan budaya seksisme dan machismo.
(TribunTrends/Octavia Monalisa/ Tribunnews.com)