TRIBUNTRENDS.COM - Campur aduk perasaan Yoris bak tercabik lihat Danu menyeret jasad Tuti korban kasus Subang.
Padahal selama ini Danu sudah dianggap anak sendiri oleh Tuti.
Bagaimana tanggapan Yoris melihat adegan pra rekontruksi kasus Subang?
Yoris Raja Amarullah merasa sakit hati ketika melihat Muhamad Ramdanu alias Danu ikut menyeret jasad Tuti Suhartini saat pra rekontruksi kasus Subang.
Padahal menurut Yoris, Tuti sudah menganggap Danu sebagai anaknya sendiri sebelum pembunuhan ibu dan anak di Subang.
Dalam pra rekontruksi pembunuhan Tuti dan Amel, terlihat pada adegan ke 70 sampai 85, proses tersangka kasus Subang menggotong jasad korban.
Jasad Tuti digantikan menggunakan manekin.
Baca juga: CAIRKAN Dana Bos Rp 34 Juta Buat Beli Peralatan Sekolah, Yoris Diduga Bohong, Uang Masuk CV Pribadi
Sementara tersangka Yosef Hidayah, Arighi Reka Pratama, Abi Aulia dan Mimin, menggunakan peran pengganti.
Pada adegan itu, Danu, Yosef, Arighi dan Abi menggotong jasad korban dari kamar mandi ke bagasi mobil Alphard.
Tampak Danu, Yosef dan Abi menyeret jasad Tuti Suhartini.
Sementara jasad Amel dibawa sendiri oleh Yosef dari pintu depan ke bagasi mobil Alphard.
Saat di bagasi, Danu juga turut membantu Yosef memasukkan jasad Amalia Mustika Ratu.
Melihat adegan ini, Yoris mengaku sangat geram pada Danu.
Yoris sangat tak menyangka atas tindakan Danu yang selama ini sudah diperlakukan sangat baik oleh Tuti.
"Geram, gak nyangka, kesal. Padahal mamah orang yang selalu sayang ke Danu, mengangkat harkat derajat dia," kata Yoris.
Yoris bahkan tak sanggup lagi menahan air matanya ketika melihat perlakuan para tersangka pada ibu dan adiknya.
"Yosep, arighi, abi, danu seret jenazah mamah. Duh hayang ceurik mamah kuat di kitu-kitu. Jeng Amel kuat di kikitu (pengen nangis maha digituin. Sama Amel digituin)," kata Yoris.
Baca juga: Kok Bisa Yoris Punya 2 Jabatan di Yayasan Kasus Subang? Ketua Sekaligus Bendahara, Dilindungi Ayah
Yoris pun sangat mengecam tindakan tersangka kasus Subang pada Tuti dan Amel.
"Mereka iblis, lebih dari iblis," kata Yoris.
Pengacara Yoris, Leni Anggraeni bercerita bahwa Tuti Suhartini sudah menganggap Danu seperti anak sendiri.
"(Yoris) Marah dan kesal sama Danu. Karena selama ini Danu sudah dianggap anak sendiri sama bu Tuti," katanya saat dikonfirmasi TribunnewsBogor.com.
Bahkan pernah ada kejadian ketika Yoris akan memecat Danu dari Yayasan Bina Prestasi Nasional, namun batal karena dibela oleh Tuti.
"Yoris pernah mau mecat Danu, bu Tuti yang belain, itu yang bikin yoris pengen nangis gitu, gak kuat lihat pra rekontruksi di TV. Dia gak mau hadir langsung karena sakit hati banget lihat mamanya digituin," katanya.
Sementara Kepala Ditreskrimum Polda Jabar Kombes Surawan mengatakan dari pra rekontruksi ini setidaknya sudah membuka tabir gelap dari kasus Subang.
"Adegan-adegan prarekontruksi tersebut sesuai apa yang dilihat oleh Danu langsung saat di TKP," kata Surawan TribunnewsBogor.com mengutip dari Tribun Jabar.
Pada pra rekontruksi kasus Subang hanya memperagakan 94 adegan, karena cuma itu yang diketahui Danu.
Kata Surawan, setelah membersihkan darah, Danu kemudian pulang ke rumahnya.
"Danu tidak mengetahui lagi para tersangka lainnya pergi kemana," katanya.
Pengacara Danu, Achmad Taufan mengatakan adegan saat tersangka mengeksekusi Tuti Suhartini ada pada adegang ke 20 sampai 28.
Baca juga: Gelagat Danu Berubah saat Peragakan Bawa Jasad Tuti, Sebelumnya Percaya Diri, Mendadak Terus Nunduk
"Adegannya seperti apa kita tidak tahu. Semua sesuai dengan yang diungkap Danu," kata Taufan.
Adegan dari 20 sampai 70 dilakukan di dalam rumah.
Kemudian dilanjutkan adegan di garasi ketika jasad Tuti dan Amalia Mustika Ratu dimasukkan ke dalam bagasi mobil Alphard hitam.
"Kedua jasad korban dimasukan ke bagasi mobil, adegan selanjutnya atau adegan terakhir, Danu membersikan lantai rumah dari luar hingga ke dalam," terang Achmad Taufan.
(TribunnewsBogor.com/ Sanjaya Ardhi)
Diolah dari artikel TribunnewsBogor.com.