Rizki mengaku ketika itu dirinya sebenarnya merasa takut, namun dirinya ingin mengambil handphone miliknya.
Hal ini disampaikan orang tua korban Rafi
"Saya khawatir takut ada apa-apa, namanya itu kan anak kecil, khawatir aja takutnya pelaku punya senjata, pistol," ungkap Rafi dilansir dari Tribunbandarlampung, Senin (23/10/2023).
Rafi melanjutkan jika sang anak terlalu berani sehingga tidak berpikir panjang.
"Itu karena dia (korban) enggak mau handphone nya diambil, jadi nggak berpikir panjang, dia harus melawan itu," ungkapnya.
Baca juga: SOSOK Drajat, Kakek 52 Tahun Asal Batu Viral, Gemar Main PS 9 Jam Sehari, Punya 3 Cucu Hidup Damai
Usai kejadian ini sang anak kata Rafi mengalami luka di bagian bahu dan kaki karena terjatuh ketika ingin mengambil hp miliknya.
Terpisah, Veni mengatakan jika peristiwa penjambretan ini terjadi pada, Jumat (20/10/2023) sekitar pukul 14.30 WIB.
Kala itu menurut penuturan Veni dia sedang berada di rumah dan awalnya dia tidak menaruh curiga pada pelaku yang menghampiri korban.
"Awalnya saya lagi di dalam rumah, saya lihat adek saya (Riski) ini sudah disamperin sama orang itu, saya pikir kawannya," ungkap Veni.
"Rupanya orang itu langsung ambil handphone ponakan saya" lanjutnya.
Veni mengatakan sang ponakan langsung mengejar pelaku dan diapun turut mengejar.
Baca juga: Budiono Sutikno Mantan Pesepakbola Indonesia Kini Bernasib Pilu, Hidupnya Miris, Anak Jadi Pemulung
"Nah ponakan saya (Riski) ini langsung ngejar, saya reflek liat itu langsung saya kejer juga," ungkapnya.
Veni langsung berteriak ketika dia mengetahui pelaku berhasil menjambret.
"Saya langsung teriak itu, orang itu udah panik, ditarik bajunya sama adek saya (Riski) langsung jatoh," ucapnya.
Beruntung hp yang dirampas pelaku berhasil diambil oleh Veni.
"Untungnya handphonenya jatoh, jadi saya ambil handphone itu,"
"Ponakan saya itu fokus sama maling itu, karena saya sudah teriak-teriak, pelakunya langsung kabur," jelasnya.
(TribunTrends.com/Sinta Darma/Joni)