TRIBUNTRENDS.COM - Tribunners ada yang sudah pernah mendengar atau menjumpai kata viral Aing di TikTok?
Ternyata kata tersebut juga kerap dipakai warganet di berbagai media sosial seperti Facebook, Instagram, hingga Twitter.
Lalu apa arti istilah viral kata Aing ini? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Apa Arti Chotto Matte Istilah Viral TikTok? Bahasa Jepang Populer Sering Diucap Wibu, Ini Maknanya
Aing merupakan kosakata bahasa Sunda yang saat ini banyak digunakan masyarakat secara umum, tak hanya yang berasal dari suku Sunda.
Kata aing sering muncul dalam percakapan sehari-hari, termasuk media sosial.
Lalu, apa arti kata aing sebenarnya?
Dalam buku Kamus Sunda-Indonesia (2022), disebutkan bahwa arti kata aing adalah "saya" atau berperan sebagai kata ganti orang pertama.
Di media sosial, kata aing biasa digunakan untuk menggantikan kata “gua/gw” dan mulai dianggap sebagai bahasa gaul.
Pada dasarnya, dalam tata krama budaya Sunda, kata aing masuk ke dalam jenis bahasa kasar.
Namun, hal ini dapat berubah jika menggunakan intonasi yang tepat saat mengucapkannya.
Berikut contoh penggunaan kata aing dalam bahasa Sunda:
“Geus jam sakieu, aing balik heula."
(Sudah jam segini, saya pulang dulu.)
Kata Bahasa Sunda yang Popule
Selain aing, terdapat sejumlah kata bahasa Sunda yang sering dalam percakapan sehari-hari menggunakan bahasa Sunda dicampur dengan Bahasa Indonesia.
Berikut kosakata dalam bahasa Sunda lain yang banyak digunakan dan disadur dari buku Kamus Bahasa Sunda - Indonesia, Indonesia - Sunda Untuk Pelajar & Umum (2019) dan Kamus Sunda-Indonesia (2022).
1. Punten
Punten merupakan bentuk singkat dari kata hampunten yang berarti "maaf".
Kata ini biasa digunakan sebagai tanda permintaan maaf.
Contoh penggunaan punten:
“Punten bilih aya kalepatan.”
(Maaf kalau ada kesalahan.)
Baca juga: Apa Arti Nobi Istilah Viral TikTok? Variasi dari Kata Bahasa Inggris Ini, Populer di Kalangan Gamers
2. Riweuh
Riweuh artinya "bingung" atau tidak dapat berpikir dengan tenang karena banyak hal yang sedang dipikirkan.
Selain itu, kata riweuh dapat pula dimaknai dengan ribet atau sibuk.
Contoh penggunaan riweuh:
“Maneh teh riweuh pisan.”
(Kamu tuh ribet banget.)
3. Jiga atau jigana
Jiga artinya "seperti" dan jigana artinya "sepertinya".
Contoh penggunaan jiga atau jigana:
“Jigana sore ini.”
(Sepertinya sih sore ini.)
4. Rungsing
Rungsing artinya "rewel", "sebentar-sebentar menangis", "ruwet", atau "pusing".
Contoh penggunaan rungsing:
“Rungsing pisan adik maneh teh.”
(Rewel banget sih adik kamu.)
5. Cicing
Cicing artinya "diam".
Contoh penggunaan cicing:
“Cicing heula, aing lagi fokus.”
(Diam dulu, saya lagi fokus.)
6. Ceurik
Ceurik artinya "menangis" atau "tangis".
Contoh penggunaan ceurik:
“Maneh teh nyeurikan budak wae.”
(Kamu tuh bikin anak menangis aja.”
7. Damang
Damang artinya "sehat" atau "sembuh".
Biasanya kata ini digunakan untuk menanyakan kabar seseorang.
Contoh penggunaan damang:
“Kumaha, damang?”
(Gimana, sehat?)
8. Cenah atau ceunah
Cenah atau ceunah artinya "katanya".
Contoh penggunaan cenah atau ceunah:
“Riko henteu milu ceunah.”
(Riko ga ikut katanya.)
9. Jeung
Jeung artinya "sama" atau "bersama".
Contoh penggunaan jeung:
“Ulin jeung saha maneh teh?”
(Main sama siapa kamu tu?)
10. Hayang
Hayang artinya "mau".
Contoh penggunaan hayang:
“Hayang naon maneh teh?”
(Mau apa kamu tu?)
Diolah dari artikel TribunJatim