Berita Viral

26 Tahun Nabung, Sri Suharto Juru Parkir di Solo Bahagia Akan Berangkat Haji 'Beranikan Diri Daftar'

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Sri Suharto (69), warga Mangkubumen RT 001, RW 012, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/5/2023). Ia merupakan salah satu calon jemaah haji Solo yang diberangkatkan ke Makah tahun ini.

TRIBUNTRENDS.COM - Perjuangan seorang juru parkir asal Solo bernama Sri Suharto menabung selama 26 tahun agar bisa berangkat haji.

Kini ia berbahagia karena tahun ini cita-citanya bisa terlaksana, beribadah ke Tanah Suci Makkah.

Ini cerita perjuangan menabung juru parkir Sri Suharto (69), warga Mangkubumen, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah hingga bisa mewujudkan cita-citanya pergi haji.

Baca juga: Jual Mobil, Pasutri Asal Purwokerto Naik Haji Pakai Sepeda, Tempuh Waktu 8 Bulan: Menemani Istri

Sri Suharto (69), warga Mangkubumen RT 001, RW 012, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, merasa senang bisa berangkat melaksanakan ibadah haji ke tanah suci Mekah tahun ini.

Bapak dua anak ini seharusnya berangkat haji pada tahun 2022. Karena ada pembatasan usia dari Pemerintah Arab Saudi, dia pun batal berangkat.

Hanya istrinya, Suminem (58) yang diberangkatkan melaksanakan ibadah haji ke Mekah karena usianya masih mencukupi.

Ilustrasi orang naik haji (Tribunnews/Bahauddin R Baso/ MCH 2019)

Suharto hanya bisa pasrah menunggu aturan dicabut. Doa pria yang sehari-hari bekerja sebagai juru parkir (jukir) di Kawasan Mangkubumen, Solo, Jawa Tengah, dikabulkan.

Pemerintah Arab Saudi akhirnya mencabut aturan pembatasan usia calon jemaah haji. Suharto pun bisa berangkat melaksanakan ibadah haji ke Mekah tahun ini.

"Terus terang tahun kemarin saya terhalang usia. Usianya terbatas 65 tahun. Sekarang sudah tidak ada (pembatasan usia)," kata Suharto ditemui di sela-sela bekerja sebagai jukir di Kawasan Mangkubumen, Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/5/2023).

Suharto menceritakan mulai menabung untuk naik haji sejak tahun 1985. Setiap hari, Suharto selalu mengumpulkan uang dari hasil parkir.

"Saya nabung sehari kadang Rp 50.000, kadang Rp 25.000, kadang Rp 100.000. Kan tidak tentu pendapatannya (parkir)," ungkap pria kelahiran 30 Mei 1954.

Meski pendapatan dari parkir tidak menentu, Suharto dengan penuh sabar terus menyisihkan sebagian uangnya untuk naik haji.

Suharto juga mendapat dukungan dari sang istri agar setiap hari bisa menyisihkan sebagian uang parkir. Uang hasil parkir tersebut selalu dia berikan kepada istri untuk menyimpannya.

Suharto mengatakan uang yang sudah terkumpul tersebut setiap bulannya selalu dia bawa ke bank untuk ditabung.

"Nyonya saya bilang kalau sehari dapat Rp 50.000 yang Rp 25.000 ditabung. Yang Rp 20.000 untuk makan dan Rp 5.000 untuk beli obat kalau sakit," ungkap dia.

Setelah uang tabungannya cukup, Suharto bersama istri memberanikan mendaftarkan haji. Suharto bersama istri mendaftar haji tahun 2011 dengan biaya Rp 50 juta.

Baca juga: Kayak Ditarik Bebi Romeo Alami Hal Mistis saat Naik Haji, Sempat Pingsan dan Lihat Pemandangan Ini

Sri Suharto (69), warga Mangkubumen RT 001, RW 012, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/5/2023). Ia merupakan salah satu calon jemaah haji Solo yang diberangkatkan ke Makah tahun ini. (KOMPAS.com/LABIB ZAMANI)

Suharto kemudian diminta untuk melunasi sisa pembayaran haji tahun 2022 untuk pemberangkatan. Tetapi, karena terhalang usia, Suharto baru bisa diberangkatkan musim haji 2023.

Sedangkan istrinya sudah diberangkatkan melaksanakan ibadah haji ke Mekah tahun 2022.

Meski berangkat sendiri, Suharto berharap diberikan kesehatan dan menjalankan ibadah haji dengan lancar.

"Harapan saya sekeluarga diberikan kesehatan dan diberi rejeki yang halal," ucap Suharto.

Jual Mobil, Pasutri Asal Purwokerto Naik Haji Pakai Sepeda, Tempuh Waktu 8 Bulan: Menemani Istri

Kisah haru pasutri asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, naik haji dengan bersepeda.

Pasutri yang akan naik haji dengan bersepeda ini diketahui bernama Nashrullah Ong (56) dan sang istri, Erma Hanurasari.

Mereka sudah menyiapkan bekal hingga fisik untuk menempuh perjalanan yang sangat jauh ini.

Keberangkatan pasutri ini dilepas puluhan warga dari halaman Masjid Baitul Arqom, Sumampir, Purwokerto Utara, pada Minggu (7/5/2023) pagi.

Petugas baitulmal Masjid Baitul Arqom, Noval Saputro mengatakan, pasutri ini rencananya akan menempuh perjalanan selama kurang lebih 8 bulan.

"Target perjalanan delapan bulan, rencananya akan menunaikan ibadah haji tahun depan," kata Noval saat ditemui di kompleks Masjid Baitul Arqom, Kamis (11/5/2023).

Noval menceritakan, warga dan jemaah masjid sempat kaget ketika mendengar rencana keberangkatan pasutri ini ke Tanah Suci menggunakan sepeda.

Baca juga: Kayak Ditarik Bebi Romeo Alami Hal Mistis saat Naik Haji, Sempat Pingsan dan Lihat Pemandangan Ini

Nashrullah Ong dan sang istri, Erma Hanurasari, naik haji dengan bersepeda (Dok. Pengurus Masjid Baitul Arqom)

"Pengumunan ke jemaah masjid baru sepekan setelah lebaran. Saya buat flyer disebar ke grup WhatsApp, pada kaget semua," ujar Noval.

Pasalnya, dari segi umur wirausahawan ini sudah tidak muda lagi. Selain itu, Nasrullah dan istri bukan merupakan pesepeda profesional.

"Semangatnya yang luar biasa. Ustaz Nasrullah ini biasa bersepeda, menjelang keberangkatan hampir setiap hari bersepeda untuk melatih fisik," kata Noval.

Saking semangatnya, kata Noval, Nashrullah rela menjual mobil satu-satunya untuk bekal perjalanan.

"Beliau sampai jual mobil untuk bekal, pokoknya Lillahitaala," ungkap Noval.

Menurut Noval, motivasi Nashrullah berangkat haji adalah untuk menemani istrinya.

"Motivasinya untuk menemani haji istrinya, kalau beliau sendiri sudah haji. Dulu pernah jadi sopir syekh di Arab Saudi jadi sekalian berhaji," ujar Noval.

Noval mengatakan, secara berkala pasutri ini mengabarkan perjalanannya.

"Setiap hari kalau ada waktu senggang, kalau lagi istirahat selalu update. Selalu apdet kondisi,perjalanan menyenangkan katanya," kata Noval.

Dioalh dari artikel Kompas.com