Selain mengungkap jumlah uang yang dihimpun pelaku dari hasil penipuan barcode QRIS "palsu", polisi juga membongkar profil Iman Mahli yang merupakan mantan pegawai salah satu bank badan usaha milik negara (BUMN).
Terkait dengan latar belakang, yang bersangkutan pernah bekerja di salah satu bank, bank BUMN.
Salah satu Bank BUMN," ungkap Auliansyah kepada wartawan.
Berdasarkan pemeriksaan sementara, Auliansyah mengatakan bahwa pelaku menjalani aksinya seorang diri.
Pembuatan stiker barcode QRIS "palsu", sudah dilakukan Iman pada bulan lalu.
"Informasi awal yang bisa kami berikan dia melakukan atau pembuatan QRIS itu pada bulan Maret tanggal 23 Maret, dia cetak QRIS tersebut," jelas Auliansyah.
Lebih lanjut, Auliansyah belum bisa menyampaikan banyak hal terkait aksi penipuan yang dilakukan pelaku.
Baca juga: SOSOK Pria Ganti QRIS Kotak Amal Masjid dengan Rekening Pribadi, Ternyata Mantan Pegawai Bank
Pihak penyidik masih akan melakukan pendalaman terkait modus penempelan stiker QRIS palsu ke sejumlah masjid dan tempat umum.
"Jadi, ini masih kita melakukan pendalaman-pendalaman.
Nanti mungkin perkembangan pendalaman tetap akan kita sampaikan atau kita rilis kembali," tutur Auliansyah.
Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Fakta-fakta Iman Mahlil Pelaku Penipuan QRIS "Palsu", Mantan Pegawai BUMN hingga Dapat Rp 13 Juta Sepekan",