TRIBUNTRENDS.COM - Baru-baru ini viral kasus dugaan Kades di Magetan rudapaksa mahasiswi KKN.
Kasus ini bermula dari warga setempat yang curiga karena adanya kejanggalan.
Hal ini berimbas ke Camat yang tiba-tiba digeruduk warga yang melaporkan kasus ini.
Pasalnya, kades tersebut diam-diam bersepakat dengan pihak kampus untuk damai.
Dugaan kasus asusila Kepala Desa (Kades) terhadap mahasiswi yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN) tengah ramai jadi perbincangan.
Dikutip TribunJatim.com dari SerambiNews, desas-desus Kades merudapaksa seorang mahasiswi KKN tersebut terjadi di Desa Kediren, Kecamatan Lambeyan, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur.
Baca juga: Mama Muda di Jambi jadi Tersangka Pelecehan 17 Anak, Malah Laporkan Balik Korban, Ngaku Dirudapaksa
Puluhan warga pada Kamis (2/2/2023), mendatangi kantor camat setempat untuk melaporkan dugaan kasus asusila tersebut.
Warga mengaku mulai dibuat resah dengan kencangnya isu yang merebak di sosial media, perihal dugaan Kades Kediren merudapaksa seorang mahasiswi KKN di desa mereka.
Salah seorang warga menyampaikan Mosi tidak percaya atas kepemimpinan Kades buntut dugaan kasus asusila yang terjadi.
Warga meyakini kasus asusila tersebut benar terjadi karena adanya keganjalan, yakni mahasiswa dan mahasiswi KKN yang dipulangkan lebih awal.
Lebih lanjut, adanya kabar kesepakatan damai antara pihak kades dan pihak kampus.
Hal ini semakin memperkuat kecurigaan warga.
Diketahui DHS selaku kades melakukan kesepakatan damai dengan pihak kampus secara tertutup, namun kesepakatan tersebut tersebar di sosial media.
Syamsi Hidayat selaku Camat Lambeyan mengatakan, ia hanya bisa memfasilitasi tuntutan warga kepada atasannya.
Lebih lanjut, soal dugaan kasus tindakan asusila yang dilakukan oleh DHS, Syamsi sepenuhnya akan menyerahkan kepada pihak kepolisian.