TRIBUNTRENDS.COM - Viral aksi keluarga korban kecelakaan bakar mobil yang menabrak saudara mereka.
Diketahui, insiden ini terjadi di Papua Barat.
Di video yang beredar, tampak mobil yang berada di tengah jalan dilalap api.
Keluarga korban dan warga pun terlihat emosi di sekitar lokasi.
Bahkan sejumlah orang yang berada di lokasi terlihat membawa senjata tajam jenis parang.
Bahkan sebelumnya keluarga dan warga mendatangi kantor Mapolda.
Baca juga: Niat Liburan Sekeluarga Kandas, Pria Ini Syok, Kakak Meninggal Dunia Kecelakaan Suara Ibu Gemetar
Baca juga: Kecelakaan Maut Bus Restu di Tol Pandaan Libatkan 5 Kendaraan saat Jelang Maghrib, Ini Kronologinya
Mereka datang mendatangi Mapolda dengan membawa senjata tajam.
Massa yang datang ini menuntut agar sopir mobil diserahkan ke mereka.
Bahkan mereka berlari menyerang petugas yang menemui massa sehingga petugas lari kocar-kocir.
"Telah terjadi kecelakaan di wilayah hukum Polda Papua Barat melibatkan satu unit mobil dan satu unit motor.
Pengendara motor dinyatakan meninggal dunia.
Dari pihak keluarga korban mendatangi Polda dan meminta kepada pihak Kepolisian agar pelaku yang menabrak korban di keluarkan dari Polda dan diserahkan kepada pihak keluarga korban.," tulis keterangan dalam video.
Insiden ini sendiri terjadi di Manokwari, Papua Barat.
Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Adam Erwindi mengatakan jika insiden itu berawal dari laka lantas antara truk dan sepeda motor sekitar pukul 07.00 WIT.
Pengendara motor meninggal dunia sehingga membuat keluarga korban emosi.
Lalu membakar kendaraan penabrak.
Keluarga korban mengetahui jika sopir dibawa ke Mako Polda Papua Barat.
Lalu mereka datang ke Mako sambil membawa senjata.
Bahkan sepanjang jalan mereka merusak truk dan juga ambulans.
Akibat dari kejadian ini Jalan Jalan Trans Papua Barat di Kampung Maruni, Distrik Manokwari Selatan pun sempat ditutup.
Jalan dibuka kembali setelah warga tidak lagi berkumpul di jalan.
Viral Kecelakaan Maut, Xpander Ngebut Hantam Angkot Pink Tewaskan 3 Orang, Pengemudi Nenek 71 Tahun
Viral di media sosial kecelakaan maut, sebuah mobil Xpander menabrak angkot berwarna pink di Sukabumi.
Dalam kecelakaan tersebut, tercatat ada tiga orang yang meninggal dunia.
Diketahui, pengemudi Xpander silver itu adalah seorang nenek-nenek berusia 71 tahun.
Xpander maut yang tewaskan 3 orang di Sukabumi ternyata dikendarai oleh seorang nenek- nenek.
Xpander silver bernomor polisi F 1349 0J dikenarai seorang wanita berinisial EH berusia 71 tahun.
Baca juga: Bocah SD Tewas Kecelakaan di Bekasi, Berpulang di Hari Ulang Tahun, Permintaan Terakhir Tak Terwujud
EH terlibat kecelakaan maut usai mengunjungi keluarganya di Perumahan Pesona Cibeureum Permai, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.
Mobil yang dikendarai melesat kencang saat keluar komplek Perumahan Pesona Cibeureum hingga akhirnya menabrak angkot dan baru terhenti setelah menabrak ruko yang berada tepat disebrang gerbang komplek.
Bahkan, sikapnya usai insiden kecelakaan maut disorot.
Usai mengalami kecelakaan, nenek berusia 71 tahun itu terlihat syok hanya berdiam diri.
Bahkan saat polisi melakukan olah TKP terlihat pengemudi EH duduk terdiam di arah pintu masuk menuju perumahan Pesona Cibeureum Permai.
Kanit Gakkum Lakalantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat mengatakan, pihaknya belum memperoleh keterangan dari EH karena pengemudi mobil nahas itu sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Hermina.
"Saat ini pengemudi masih dirawat medis karena mengalami sesak napas. Sehingga saran medis belum bisa dimintai keterangan, menunggu pulih," ucapnya.
Baca juga: Ibunda Wafat Tahun Lalu, Pilu Bocah SD & Tantenya Tewas Kecelakaan di Bekasi, Dikubur Berdampingan
Tiga Orang Tewas
Tiga orang dikabarkan tewas dalam musibah kecelakaan Xpander VS angkot di Kota Sukabumi, Jawa Barat pada Kamis (22/9/2022).
Insiden kecelakaan maut ini terjadi di Jalan RA Kosasih, dekat simpang jalan Perum Pesona Cibeureum, Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi.
Saat ini, sejumlah korban luka dan meninggal dunia sudah dilarikan ke rumah sakit usai ditabrak Xpander maut.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, IPDA Jajat Munajat mengatakan, data sementara ada tiga orang yang meninggal dunia akibat kecelakaan yang melibatkan Xpander dengan angkot Sukaraja-Sukabumi tersebut.
"Di sepanjang 300 meter jalan tersebut, pengemudi memakai kecepatan tinggi, baik dari CCTV dan saksi-saksi di lokasi," ujarnya pada Kamis malam.
Satu di antara korban yang meninggal dunia bernama Didin adalah pedagang cakue asal Kampung Padakati RT 02, RW 01, Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang, Kabupaten Cianjur.
"Berdasarkan pemeriksaan medis, satu orang meninggal dunia di tempat," ujarnya.
Sedangkan sopir angkot tersebut, Hapid Mulyana berasal dari Kampung Cimuncang RT 03, RW 07, Desa kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi.
Ia meninggal saat dalam penanganan medis di rumah sakit.
Satu korban meninggal lainnya adalah sorang penumpang belum diketahui identitasnya.
"Update 3 jam setelah kejadian, dua orang (sopir dan penumpang) meninggal dunia saat dalam penanganan medis," katanya dilansir TribunnewsBogor.com dari Tribun Jabar.
Saat ini ketiga korban meninggal dunia akibat kecelakaan mobil Mitsubishi Xpander dan angkot Sukaraja - Sukaraja ini, masih berada di bagian pemulasaraan jenazah RSUD Syamsudin SH.
Baca juga: Pingsan seusai Alami Kecelakaan, Wanita Ini Malah Dirudapaksa hingga Meninggal oleh Pria Mabuk Ini
Kronologi
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Jajat Munajat mengatakan, kecelakaan yang melibatkan mobil Xpander dengan sebuah angkot pada saat keluar dari Perum Pesona Cibeureum Permai akibat Xpander hilang kendali.
"Angkot bergerak dari arah Sukabumi menuju Sukaraja. Jadi saat melintas bersamaan Xpander keluar dari Pesona Cibeureum Permai. Namun karena hilang kendali Xpander itu menabrak pas bagian tengah atau badan dari kendaraan angkot tersebut," jelas Jajat.
"Angkot cenderung bukan terseret, tapi bantingan dari tabrakan itu dan angkot membanting ke sebelah kanan dan menghantam tukang gerobak cakue dan warung yang ada di sebelah kanan," tuturnya
Akibat periatiwa tersebut, 3 orang luka parah dan 3 orang korban lainnya teridentifikasi luka ringan.
"Sementara pengemudi Xpander kami amankan untuk penyelidikan lebih lanjut," ucap Jajat.
Sebelumnya, Kecelakaan lalu lintas, mobil Xpander silver menyeruduk angkot di jalan RA Kosasih tepatnya di dekat simpang Jalan Perum Pesona Cibeureum, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi Kamis (22/9/2022).
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB, bermula mobil Xpander silver bernomor polisi F 1349 OJ dari arah perum Pesona Cibeureum menuju jalan utama RA Kosasih.
Kemudian di jalan RA Kosasih dari arah Kota Sukabumi menuju Sukaraja tengah berjalan angkot warna Pink 01 jurusan Terminal Sukaraja-Kota Sukabumi bernomor polisi F 1959 TZ.
Saksi di lokasi kejadian, Satpam Perum Pesona Cibeureum, Indra Gunawab (43) mengatakan, mobil Xpander keluar dari Pesona Cibeureum dan terlihat oleng menabarak pembatas jalan.
"Awalnya mobil ini dari atas arah Perumahan Pesona, pertama nabrak pembatas ini (jalan). Kemudian ke depan nabrak angkot langsung masuk ke seberang jalan (warung jalan RA Kosasih)," ujarnya, kepada Tribunjabar.id,
Indra menyebut kejadian, sekitar pukul 10.00 WIB, mobil Xpander dikendarai oleh seorang ibu.
"Di dalam mobil satu orang si ibu. Kalau dari angkot nggak tau. Korban mobil angkot udah dibawa ke rumah sakit," jelasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Tak Terima Saudara Meninggal Ditabrak, Keluarga Bakar Mobil Pelaku Penabrakan dan Datangi Poldadan di TribunnewsBogor.com dengan judul Xpander Maut yang Tewaskan 3 Orang Ternyata Dikendarai Nenek-nenek, Sikapnya Usai Kecelakaan Disorot