TRIBUNTRENDS.COM - HYBE Label, perusahaan yang menaungi agensi BTS berang dengan penyalahgunaan foto BTS dan ARMY untuk nama koin kripto.
HYBE berencana akan bawa tindakan tanpa izin itu ke ranah hukum.
Sebagaimana diketahui, ARMY merupakan nama untuk penggemar boy group Bangtan Sonyeondan atau BTS.
Kini beredar informasi, ada mata uang kripto yang pakai nama ARMY dan foto BTS.
Namun, koin itu bukan milik dari agensi BTS.
Maka dari itu, HYBE Label akan menindak koin baru dalam cryptocurrency itu.
Dilansir dari Soompi, HYBE dalam sebuah pernyataannya menegaskan bahwa koin ARMY tidak ada hubungannya dengan perusahaan mereka.
Baca juga: Ngebet Ikut Renang Jungkook, V BTS Merengek Minta Giliran Photoshoot Dipercepat, Staf sampai Tertawa
Baca juga: Karena Ini, Para Member Kompak Tak Mau Gabung dengan Tim Jin BTS, J-Hope Syok Kepilih Pertama
Diketahi, koin ARMY muncul dalam cryptocurrency yang dikelola Bitget.
Perusahaan tersebut diketahui berbasis di Singapura.
Penggunaan nama ARMY dalam koin digital itu telah melanggar hak potret.
"Halo, ini HYBE. Hari ini kami menerima informasi bahwa mata uang kripto yang disebut ARMY Coin telah terdaftar di bursa mata uang cryptocurrency Bitget yang berbasis di Singapura," tulis HYBE.
Pihaknya menyoroti penggunaan foto BTS dan nama ARMY yang dipakai tanpa izin sebagai upaya untuk mempromosikan koin itu.
"Kami sedang menyelidiki pelanggaran hukum dalam kasus ini, termasuk pelanggaran cryptocurrency pada hak potret artis kami tanpa izin dari atau diskusi dengan agensi," kata HYBE.
Selain itu, pihak HYBE juga menerima informasi terkait rumor yang beredar terkait koin ARMY.
Tak sedikit yang mengatakan kemunculan koin itu untuk menambah pemasukan BTS.