Sebut Kontroversi Iklan Terselubung Jungkook BTS Kasus Paling Bodoh, Knetz: Banyak Omong Kosong

Penulis: Heradhyta Amalia
Editor: Heradhyta Amalia
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Jungkook BTS

TRIBUNTRENDS.COM - Knetz alias Korean netizen menanggapi kontroversi iklan terselubung yang melibatkan nama Jungkook BTS. Knetz sebut kasus itu paling bodoh.

Setelah membaca tanggapan dari Komisi Perdagangan atas kasus Jungkook BTS, banyak netizen Korea menyebut ini sebagai kontroversi paling bodoh tahun ini.

Dengan begitu, Jungkook terlibat di kontroversi seputar masalah iklan terselubung dan iklan palsu terkait merek Six6uys.

JK dinilai memakai produk tanpa menyebut brand tersebut.

Beberapa netizen percaya ini adalah tindakan promosi produk tanpa transparansi.

Seseorang yang tidak disebutkan namanya telah melaporkan JK ke Komisi Perdagangan Adil Korea tentang insiden tersebut.

Perwakilan Komisi Pedangan sempat menanggapi.

Baca juga: Bertemu Leonardo DiCaprio, Cho Yeo Jeong Tanya soal BTS, Sang Aktor Ternyata ARMY, Suka Lagu Ini

Baca juga: Kagumi Kepribadian V BTS, Jimin Ungkap Hal Ini yang Paling Membuatnya Iri dengan Kim Taehyung

Jungkook BTS (Instagram/@bighitofficial)

"Berdasarkan apa yang telah dirilis sejauh ini, sulit untuk menganggap tindakan Jungkook iklan terselubung.

Yang paling penting yang membantu untuk mengidentifikasi 'iklan terselubung' adalah penipuan', yang dapat bervariasi tergantung pada hubungan tertentu.

Namun, karena Jungkook tidak menyebutkan apa pun, sulit untuk menemukan tanda-tanda penipuan dalam kasus ini," ucap pihak Komisi Perdangan, dikutip dari KBIZoom, Selasa (5/10/2021).

Membaca itu, banyak netizen Korea percaya bahwa Jungkook tidak melakukan kesalahan.

Karena dia berhak memakai apa pun yang dia inginkan dan dia bahkan tidak menyebutkan mereknya.

Jungkook, di sisi lain, sering mempromosikan merek lain dan bisnis kecil secara gratis, bukan hanya untuk keluarganya.

Dengan begitu, Knetz menilai jika laporan ini dinilai kasus paling bodoh.

Setelah menerima tanggapan dari Komisi Perdagangan yang Adil, mereka meminta Big Hit (sekarang HYBE) menyelidiki dan menuntut mereka yang memfitnah dan mencemarkan reputasi idola pria tersebut.

Halaman
12