Breaking News:

Pengakuan 4 Penculik Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN, Kini Minta Maaf ke Keluarga Korban

Pelaku penculikan Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN minta maaf ke keluarga. Beber pengakuan ini.

Tayang:
Editor: Suli Hanna
YouTube Tribunnews
PELAKU PENCULIKAN - Foto tangkapan layar dari YouTube Tirbunnews.com, Selasa (26/8/2025). Pelaku penculikan Ilham Pradipta Kacab Bank BUMN minta maaf ke keluarga. Beber pengakuan ini. 

TRIBUNTRENDS.COM - Empat pelaku penculikan terhadap Mohamad Ilham Pradipta (37), Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank BUMN di Cempaka Putih, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

Ungkapan penyesalan itu disampaikan melalui kuasa hukum mereka, Adrianus Agal, saat menemui awak media di Polda Metro Jaya, Senin (25/8/2025).

“Pertama yang saya mau sampaikan untuk permohonan maaf kami kepada keluarga korban,” ujar Adrianus Agal.

Namun lebih dari sekadar permintaan maaf, Adrianus juga menyampaikan bahwa pihaknya berharap agar penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dapat segera mengungkap motif sesungguhnya di balik kasus tragis ini, termasuk siapa otak utama di balik penculikan dan pembunuhan Ilham.

Dugaan Keterlibatan Oknum Instansi dan Pengakuan Mengejutkan

Dalam keterangannya, Adrianus menyebut bahwa kliennya, terutama salah satu pelaku bernama Eras, hanyalah bagian dari eksekutor lapangan yang bertindak atas perintah pihak tertentu.

Ia mengklaim bahwa ada seorang oknum dari sebuah instansi yang diduga kuat mengarahkan aksi penculikan tersebut.

“Adik kami, Eras (salah satu pelaku) diminta untuk menjemput paksa (menculik).

Setelah adik kami, Eras dan kawan-kawan menjemput di waktu sore, ada perintah dari oknum F,” jelasnya.

Menurut pengakuan tersebut, setelah menjemput korban, Eras dan rekan-rekannya diperintahkan untuk menyerahkan Ilham kepada seseorang di Cawang, Jakarta Timur.

Usai penyerahan, mereka meninggalkan lokasi.

Namun tak lama kemudian, mereka diminta kembali untuk mengantar korban pulang.

“Pada saat waktu ketemu lagi, di situlah mereka melihat korban ini sudah tidak bernyawa lagi.

Pada saat mereka mengantar itu, mereka juga dalam tekanan,” ucap Adrianus.

“Dan mereka, salah satu terduga penjemputan paksa ini, menyampaikan ke keluarganya bahwa mereka memang baru diperintahkan untuk membuang jenazah. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Tags:
Ilham PradiptaBUMN
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved