Kabupaten Klaten
Jarum Fair 2025 Angkat Batik Lokal, Wabup Benny Harap Bisa Tembus Pasar Nasional
Keunikan batik Desa Jarum perlu dipromosikan tidak hanya di pasar lokal, melainkan juga nasional dan mancanegara.
Editor: Delta Lidina
TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Pemerintah Desa Jarum, Kecamatan Bayat, kembali menggelar Jarum Fair 2025 dengan tema IKM Jarum Naik Kelas, The Real Inovation of Jarum Village di Kompleks Joglo Homestay Mojoarum, Desa Jarum, mulai 21–23 Agustus 2025.
Sekretaris Desa Jarum, Suyanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diikuti puluhan pengrajin. Tidak hanya batik, produk yang dipamerkan meliputi gerabah, peralatan rumah tangga, hingga olahan makanan.
“Untuk itu, Pemerintah Desa Jarum berinovasi mengadakan kegiatan seperti ini biar IKM kita tidak jenuh menunggu tapi dia menjemput ke pasar atau rezekinya,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang hadir membuka acara menuturkan bahwa Desa Jarum memiliki potensi besar, terutama dari kerajinan batik.
“Ternyata di Desa Jarum ini ada lebih dari 50 pengrajin batik yang memiliki keunikan sendiri-sendiri. Ada batik ecoprint, ada yang teknik shibori yang dari Jepang, ada juga wayang yang di batik. Kerajinan wayang kulit, makanan juga ada, tapi rata-rata di sini (kerajinan) batik yang luar biasa,” ungkap Benny.
Menurutnya, keunikan batik Desa Jarum perlu dipromosikan tidak hanya di pasar lokal, melainkan juga nasional dan mancanegara.
“Jadi ini perlu kita angkat, tidak hanya di (pasar) lokal saja tapi di nasional maupun mancanegara. Dengan media yang saat ini kita gunakan adalah media sosial, marketplace ataupun media-media yang lain,” katanya.
Benny berharap Desa Jarum dapat berkembang menjadi desa wisata unggulan dengan kerajinan batik sebagai daya tarik utama.
“Kita berharap dengan kegiatan semacam ini (Batik Desa Jarum) benar-benar dipromosikan, agar Desa Jarum ini menjadi desa wisata (unggul) khususnya kerajinan batik,” imbuhnya.
Baca juga: Bupati Hamenang Luncurkan “Lapor Mas Bup”, Aduan Warga Klaten Bisa Lewat WA hingga Medsos
Usai berkeliling stan, Benny sempat membeli beberapa kain batik. Ia menyebut ada banyak motif unik yang menarik perhatian.
“Tadi saya belanja kain batik. Jadi, batiknya macam-macam dan kebetulan banyak yang belum punya. Tadi ada batik unik yang teknik shibori, terus yang satunya dengan teknik tulis tapi (motifnya) hewan-hewan. Dan di sini tadi juga ada motif kapal. Jadi, yang unik-unik seperti itu perlu kita lestarikan,” tuturnya.
Benny juga menyoroti motif batik khas Desa Jarum yang baru dirilis, yakni Riris Pandan Mojo Arum. Motif ini ditulis langsung oleh pengrajin setempat dan kini telah digunakan sebagai seragam Pemerintah Desa maupun Pokdarwis Desa Jarum.
“Ini insyaallah nanti ke depan bisa bersama-sama kita angkat untuk motif yang baru ini dan jangan sampai tergerus oleh model-model yang lain mungkin dari luar Kabupaten Klaten. Kita harus lestarikan memakai batik (motif) yang asli dari Klaten,” tegasnya.
Lebih lanjut, Benny memaparkan strategi Pemkab Klaten dalam mendukung UMKM agar bisa naik kelas.
“Yang pertama tentu dari DKUKMP selalu ada pelatihan, dan pengembangan terkait produk, packaging, branding, dan lain sebagainya. Paling penting adalah pemasaran. Kita bantu pemasarannya terkait dengan pelatihan baik itu dari online maupun dari offline,” katanya.
Sumber: Tribun Solo
| Bupati Klaten Hamenang Ungkap Tahap Lanjutan Renovasi Stadion Trikoyo |
|
|---|
| Jogging Track Baru Stadion Trikoyo Dibuka untuk Umum, Bupati Klaten Tegaskan Aturan Penggunaan |
|
|---|
| Stadion Trikoyo Klaten Dibuka Awal 2026, Bupati Minta Warga Jaga Jogging Track |
|
|---|
| Donasi Korban Bencana Diumumkan saat Pentas Musik Akhir Tahun Klaten, Sentuh Hampir Rp 2 M |
|
|---|
| Sambut 2026, Bupati Hamenang Minta Doa Warga untuk Percepatan Pembangunan Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Wahup-Klaten-Benny-di-gelaran-Jarum-Fair-2025.jpg)