Kabupaten Klaten
Tradisi di Embung Gemblegan Klaten, Sajikan Pemandangan Berburu Ikan hingga Berbagi Kebahagiaan
Lebih dari dua ton ikan telah ditebar beberapa hari sebelumnya lele, bawal, nila. Namun, menangkapnya bukan perkara mudah.
Editor: Delta Lidina
TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN – Embung yang biasanya tenang itu mendadak jadi lautan manusia. Ribuan warga duduk melingkar di sekeliling embung buatan milik Desa Gemblegan, mata mereka menatap tajam permukaan air, tangan menggenggam jaring, napas tertahan menunggu bunyi sirene.
Namun bunyi itu tak sempat terdengar.
Tanpa peringatan, warga berhamburan masuk ke dalam air. Diduga karena bisik-bisik soal "ikan maskot berhadiah", suasana berubah riuh.
Anak-anak berteriak girang, orang dewasa bergegas mencebur, dan embung seluas hampir satu hektare berubah menjadi ajang perburuan masal yang liar namun penuh tawa.
Lebih dari dua ton ikan telah ditebar beberapa hari sebelumnya lele, bawal, nila. Namun, menangkapnya bukan perkara mudah.
Banyak warga justru terperangah saat jaring mereka justru berisi batu, lumpur, atau ikan mungil yang nyaris tak terlihat.
Ini lebih dari sekadar soal hasil tangkapan. Ini adalah bagian dari tradisi, dari warisan kebersamaan yang terus hidup.
“Ini Festival Memet Ikan, tujuannya memberikan hiburan gratis kepada masyarakat dan dalam rangka Hari Jadi ke-221 Klaten sekaligus memasyarakatkan gemar makan ikan bagi warga, khususnya Kecamatan Kalikotes dan Klaten pada umumnya,” ujar Camat Kalikotes, Kliwon Yoso, di lokasi acara.
Menurut Kliwon, kegiatan ini tidak sekadar soal mencari ikan.
“Kita akan menyambut Indonesia Emas tahun 2045, salah satu caranya dengan diawali gemar makan ikan untuk peningkatan gizi warga masyarakat,” jelasnya.
Tak hanya ikan konsumsi, panitia juga menebar 10 ikan maskot berukuran 3 hingga 5 kilogram.
Baca juga: Presiden Dijadwalkan Kunjungi Klaten, Bupati Hamenang Pastikan Kesiapan Koperasi hingga Lalu Lintas
Maskot-maskot ini menjadi buruan istimewa karena bisa ditukar dengan hadiah menarik seperti sepeda dan mesin cuci.
Panitia tetap memberlakukan aturan ketat demi keselamatan peserta.
“Yang dilarang membawa senjata tajam, alat setrum, atau elektronik. Jadi hanya boleh pakai alat manual, tapi tidak mengandung listrik,” tegasnya.
Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo bersama Wabup Benny Indra Ardhianto turut hadir dan memberikan apresiasi tinggi atas festival yang telah digelar selama 6 tahun berturut-turut itu.
Sumber: Tribun Solo
| Bupati Klaten Hamenang Ungkap Tahap Lanjutan Renovasi Stadion Trikoyo |
|
|---|
| Jogging Track Baru Stadion Trikoyo Dibuka untuk Umum, Bupati Klaten Tegaskan Aturan Penggunaan |
|
|---|
| Stadion Trikoyo Klaten Dibuka Awal 2026, Bupati Minta Warga Jaga Jogging Track |
|
|---|
| Donasi Korban Bencana Diumumkan saat Pentas Musik Akhir Tahun Klaten, Sentuh Hampir Rp 2 M |
|
|---|
| Sambut 2026, Bupati Hamenang Minta Doa Warga untuk Percepatan Pembangunan Klaten |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Ribuan-warga-berebut-ikan-saat-Festival-Memet-Ikan-2025.jpg)