Breaking News:

Dedi Mulyadi

Janda 4 Anak Hilang Saat Longsor Gunung Kuda, Dedi Mulyadi Gercep Minta Alamat: Kita ke Rumahnya!

Iis keberadaannya tidak diketahui setelah terakhir kali berjualan di area tambang di Gunung Kuda mengalami longsor besar.

Editor: Amir M
Kolase Tribunnews/ Instagram @dedimulyadi71
LONGSOR GUNUNG KUDA - (kiri) Dedi Mulyadi dan (kanan) evakuasi korban longsor di lahan galian C di Cirebon. Cerita seorang janda anak empat pedagang minuman es dan kopi hilang saat longsor Gunung Kuda membuat Dedi Mulyadi tergerak. 

Dedi pun terus menggali terkait sosok Iis pedagang minuman yang hilang tersebut.

Ternyata dia merupakan janda beranak empat.

KDM pun langsung tergerak dan meminta alamat tinggal Iis tersebut.

"Anaknya empat, anaknya dimana sekarang?, minta alamatnya," ucap KDM.

Tak lama kemudian muncul seorang pria dengen derai air mata yang ternyata dia merupakan kakak dari sosok janda bernama Iis tersebut.

Dia menceritakan bahwa keempat anak Iis ini dua diantaranya sudah menikah, satu anak baru mau bekerja menjadi TKI dan satu anak lagi masih duduk di bangku SMP.

"Nanti ditengok, nanti kita samperin ke rumahnya," kata Dedi Mulyadi.

Baca juga: Kritik Program Barak Militer Dedi Mulyadi, Latar Belakang Denny Cagur Disorot: Begini Kalau Pelawak!

JENAZAH KORBAN LONGSOR - Longsor terjadi di Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (30/5). Peristiwa yang terjadi pukul 10.00 WIB ini menyebabkan 10 orang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana akan menutup lokasi galian C di kawasan Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon yang longsor. Ternyata, kejadian semacam itu sudah terjadi dua kali. Adapun peristiwa pertama terjadi pada tahun 2014 lalu.
JENAZAH KORBAN LONGSOR - Longsor terjadi di Tambang Galian C Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Cirebon, Jawa Barat pada Jumat (30/5). Peristiwa yang terjadi pukul 10.00 WIB ini menyebabkan 10 orang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berencana akan menutup lokasi galian C di kawasan Gunung Kuda di Kabupaten Cirebon yang longsor. Ternyata, kejadian semacam itu sudah terjadi dua kali. Adapun peristiwa pertama terjadi pada tahun 2014 lalu. (BNPB)

Puluhan Orang Tertimbun

Berdasarkan data sementara sampai Minggu (1/6/2025) siang, 18 korban ditemukan meninggal dunia di lokasi longsor dari total perkiraan 25 orang yang tertimbun.

Proses pencarian korban di lokasi longsor kawasan tambang di Cirebon ini sementara masih berlangsung.

"Diperkirakan masih ada tujuh lagi yang tertimbun berdasarkan laporan dari masyarakat,” kata Dandim 0620/Kabupaten Cirebon, Letkol Inf M Yusron, Minggu dikutip dari Tribun Jabar.

Peristiwa longsornya galian C di Cirebon ini menjadi pembelajaran untuk usaha-usaha pertambangan khususnya di wilayah Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi beberapa bulan lalu sempat menginstruksikan untuk mengevaluasi seluruh izin tambang di Jabar.

Bahkan, dia mengancam mencabut izin tambang perusahaan yang merusak lingkungan.

"Aktivitas yang merusak lingkungan dan tak berpihak pada masyarakat tak bisa dibiarkan. Izinnya harus dicabut," katanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
Tags:
Dedi MulyadiGunung KudaJawa BaratCirebon
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved