Breaking News:

Tempat Wisata

Cuma 43 menit dari Solo, Ada Wisata Air di Klaten Tapi Mirip Jepang, Ada Sungai Jernih Penuh Ikan

Hanya dengan menempuh perjalanan 43 menit dari Solo, kalian bisa menikmati liburan akhir pekan bareng keluarga di Watergong Klaten

Tayang:
Google Maps
WISATA KLATEN - Hanya dengan menempuh perjalanan 43 menit dari Solo, kalian bisa menikmati liburan akhir pekan bareng keluarga di Watergong Klaten 

Hanya dengan menempuh perjalanan 43 menit dari Solo, kalian bisa menikmati liburan akhir pekan bareng keluarga di Watergong Klaten

TRIBUNTRENDS.COM - Klaten, sang permata Jawa Tengah, memang pantas menyandang gelar "surga wisata air".

Bagaimana tidak? Jantung kabupaten ini dialiri oleh untaian sungai yang jernih dan dihiasi dengan permata-permata alami berupa umbul yang tersebar bagai taburan bintang di berbagai penjurunya.

Di antara sekian banyak keajaiban air Klaten, Watergong muncul bak bintang baru yang sinarnya kian terang di jagat media sosial.

Baca juga: Cuma 40 menit dari Jakarta Barat, Ada Wisata Baru di PIK 2, Bisa Main Gokart dan Boling Bareng Teman

Aliran sungai yang memukau ini memanjakan mata dengan airnya yang sebening kristal, menjadi habitat bagi ikan-ikan jelita seperti nila yang lincah dan koi yang anggun.

Kejernihan air yang luar biasa, berpadu dengan kehadiran ikan-ikan berwarna-warni, menciptakan ilusi sungai layaknya sebuah akuarium alami raksasa yang mampu menghipnotis setiap pasang mata yang memandang.

Tak heran, banyak warganet yang terpukau hingga membandingkan keindahan Watergong dengan lanskap sungai-sungai di Jepang, yang juga masyhur akan kejernihan air dan harmoni kehidupannya.

Fenomena Watergong ini semakin mengukuhkan nama Klaten sebagai destinasi wisata air yang unik dan memikat, tak kalah pesonanya dengan surga-surga tersembunyi di belahan dunia lain.

Jika di belahan bumi lain, pemandangan memesona seperti ini dapat ditemukan di negeri sakura, Jepang, kini Klaten pun memiliki permata serupa.

Objek wisata yang kini menjadi buah bibir ini bernama Watergong, bersemayam di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten.

WISATA KLATEN: Suasana sungai di objek wisata Watergong yang penuhi jutaan ikan nila dan koi yang berada di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2020).
WISATA KLATEN: Suasana sungai di objek wisata Watergong yang penuhi jutaan ikan nila dan koi yang berada di Dukuh Pusur, Desa Karanglo, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jumat (23/10/2020). (TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan)

Namun, siapa sangka, sebelum bertransformasi menjadi oase kebersihan seperti saat ini, sungai di lokasi wisata ini menyimpan kisah kelam tentang kotor dan penuh sampah.

"Bahkan dasar sungai nyaris tidak terlihat karena hitamnya air dan banyaknya sampah," kenang pemilik rumah makan dan objek wisata Watergong, Bagong Margono, saat ditemui Tribunjogja.com di lokasi yang kini menjadi kebanggaannya, pada Jumat (23/10/2020).

Berbekal kecintaan yang mendalam terhadap lingkungan tempat tinggalnya, Bagong menceritakan bahwa sekitar 5 tahun silam, ia memulai aksi heroik membersihkan sungai.

Sebuah perjuangan yang tak instan, membutuhkan waktu bertahun-tahun hingga akhirnya sungai tersebut memancarkan kejernihan yang memukau seperti yang terlihat saat ini.

Setelah perjuangan membersihkan sungai membuahkan hasil, Bagong memiliki ide cemerlang untuk mengubahnya menjadi kolam pemandian.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Tags:
tempat wisataSoloKlatenWatergong
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved