Wisata Kuliner
Cuma 1 Jam dari Parepare, Kelezatan Tiram Bakar Ini Kerap Jadi Incaran Wisatawan di Sulawesi Selatan
Tiram bakar khas Kampung Lajari, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menjadi menu khas digemari wisatawan
Editor: Nafis Abdulhakim
Tiram bakar khas Kampung Lajari, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan menjadi menu yang digemari wisatawan
TRIBUNTRENDS.COM - Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, kini memiliki daya tarik wisata kuliner yang semakin populer, yaitu tiram bakar.
Pengunjung dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan, tidak hanya warga lokal, berbondong-bondong untuk menikmati hidangan ini.
Kelezatan tiram bakar terletak pada dagingnya yang kenyal dan aroma khas yang dihasilkan dari proses pembakaran.
Baca juga: Cuma 11 Km dari Makassar, Wisata Pantai Ini Dulu Dicap Tempat Esek-esek, Kini Telah Berubah
Proses pengolahan tiram bakar yang unik ini menghasilkan aroma yang menggugah selera, menjadikannya pilihan kuliner yang memanjakan lidah.
Kenikmatan tiram bakar khas Lajari semakin bertambah dengan sambal cabai merah yang dibaluri jeruk nipis dan cercahan mangga muda.
Untuk menikmati tiram bakar ini, pengunjung dapat mengunjungi Kampung Lajari, Kelurahan Coppo, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.
Di sana, beberapa rumah makan siap menyajikan tiram bakar yang lezat.
Harga yang ditawarkan pun cukup terjangkau, yaitu Rp 25 ribu per basket tiram bakar, Rp 10 ribu untuk nasi sebakul, dan Rp 10 ribu untuk cercahan mangga muda.
Wati, salah seorang penjual tiram bakar di Lajari, mengungkapkan bahwa kunjungan paling ramai terjadi pada hari libur.
"Baik itu pada saat libur tanggal merah ataupun hari weekend, pasti banyak pengunjung yang datang," ujarnya kepada TribunTimur.com saat ditemui di lapaknya, Minggu (12/1/2025).
Ia juga menambahkan, "Dan pengunjungnya bukan hanya warga Barru saja, pada hari ini yang banyak datang di sini adalah pengunjung dari Maros, dan ada juga dari Pangkep."
Penjualan tiram bakar mengalami peningkatan signifikan pada hari libur.
"Biasa habis sampai 100 basket lebih, tergantung persediaan tiramnya juga," jelas Wati.
"Namun kalau hari-hari biasa, palingan berkisar 30-50 basket tiram yang laku," tambahnya.
(TribunTrends.com/TribunBarru/Disempurnakan dengan bantuan AI)