Breaking News:

Berita Viral

Perjalanan OM Lorenza, Orkes Dangdut Jadul Sukoharjo yang Kini Viral, Wayahe Wong Lawas Tampil

Mengenal OM Lorenza orkes dangdut jadul asal Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, viral berkat lagu 'Tambal Ban'.

Editor: jonisetiawan
Kolase TribunTrends/Tiktok
VIRAL DANGDUT JADUL: OM Lorenza orkes dangdut jadul asal Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, saat menghibur warga. 

TRIBUNTRENDS.COM - Mengenal OM Lorenza orkes dangdut jadul asal Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, viral berkat lagu 'Tambal Ban'.

Media sosial belakangan ini diramaikan oleh antusiasme masyarakat yang berjoget dan bernyanyi bersama diiringi musik dangdut lawas.

Fenomena ini tidak hanya sekadar tren, tetapi juga menjadi bentuk nostalgia yang menghadirkan kembali kejayaan dangdut klasik di tengah arus musik modern.

Hal yang membuatnya semakin menarik adalah gaya berpakaian nyentrik dengan nuansa jadul.

Banyak dari mereka mengenakan kemeja rapi yang dimasukkan ke dalam celana, dilengkapi aksesori seperti kacamata hitam, topi, dan kalung yang semakin memperkuat kesan retro.

Baca juga: Sosok Ira Swara, Penyanyi Dangdut Alami Kesulitan Ekonomi, Suami Jadi Ojek Online demi Sesuap Nasi

Tidak hanya sekadar penampilan, cara mereka berjoget pun mengikuti gaya lama, dengan gerakan santai namun tetap energik, menciptakan suasana yang penuh keceriaan dan kebersamaan.  

Mereka menikmati lagu dengan berjoget santai dan tetap tertib, menunjukkan bahwa euforia ini bukan hanya sekadar kesenangan sesaat, tetapi juga bentuk apresiasi terhadap budaya musik dangdut tempo dulu.

Lagu-lagu yang mereka nikmati pun umumnya berasal dari era 1970-an hingga 1980-an, seperti karya-karya Rhoma Irama, Elvy Sukaesih, dan penyanyi dangdut legendaris lainnya.  

Fenomena ini dipopulerkan oleh Orkes Melayu (OM) Lorenza dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, yang berhasil menghidupkan kembali musik dangdut retro di tengah dominasi dangdut koplo saat ini.

Dengan aransemen khas dan penyajian yang autentik, OM Lorenza sukses membawa nuansa klasik yang mengundang berbagai kalangan untuk ikut serta menikmati irama dangdut lawas.  

Menurut laporan Tribun Solo, OM Lorenza berasal dari Kampung Ngemul, RT 002 RW 001, Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo.

Meski mengusung dangdut klasik era 1970-an hingga 1980-an, orkes ini tidak hanya digemari oleh kalangan tua, tetapi juga menarik perhatian anak-anak muda.

Hal ini menunjukkan bahwa musik dangdut lawas masih memiliki daya tarik tersendiri yang mampu menyatukan berbagai generasi.  

Kepopuleran OM Lorenza di media sosial menjadi bukti bahwa dangdut klasik tetap relevan dan memiliki tempat di hati masyarakat.

Antusiasme ini juga menjadi pengingat bahwa musik dangdut tidak hanya berkembang dalam bentuk koplo atau remix modern, tetapi juga tetap memiliki akar kuat dalam tradisi dan gaya yang lebih klasik.

DANGDUT JADUL EKSIS - Kolase foto Pimpinan Orkes Melayu (OM) Lorenza, Murjiyanto (50) saat ditemui di base camp Dukuh Ngemul RT 002, RW 001, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (8/2/2025).
DANGDUT JADUL EKSIS - Kolase foto Pimpinan Orkes Melayu (OM) Lorenza, Murjiyanto (50) saat ditemui di base camp Dukuh Ngemul RT 002, RW 001, Desa Sidorejo, Kecamatan Bendosari, Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (8/2/2025). (Kompas.com/Labib Zamani - Instagram/@omlorenzamusic)
Halaman
123
Sumber: Tribunnews.com
Tags:
SukoharjoOM Lorenzadangdut
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved