Breaking News:

DeepSeek Dapat Serangan Siber setelah Guncang Industri Teknologi AI Dunia, Posisi ChatGPT Terancam

Kehadiran DeepSeek di dunia teknologi langsung mengguncang ketenaran ChatGPT, AI buatan China disebut langsung terkena serangan siber

Tayang:
SouthChinaMorningPost
DEEPSEEK - Kehadiran DeepSeek di dunia teknologi langsung mengguncang ketenaran ChatGPT, AI buatan China disebut langsung terkena serangan siber 

TRIBUNTRENDS.COM - Kehadiran DeepSeek di dunia teknologi langsung mengguncang ketenaran ChatGPT.

Akibat ketenaran itu, AI buatan China disebut langsung terkena serangan siber.

Serangan tersebut diduga buntut DeepSeek menyalip angka download ChatGPT. Apakah benar?

Baca juga: DeepSeek Kalahkan Dominasi ChatGPT, AI Buatan China Berbahaya atau Bersahabat? Ini Faktanya

Berita mengenai keberhasilan DeepSeek AI mengungguli ChatGPT menggemparkan publik, sebab DeepSeek telah berdampak signifikan pada jumlah unduhan di Amerika Serikat, meskipun aplikasi tersebut berasal dari Tiongkok.

Dilansir dari Tech Crunch, DeepSeek AI kini menjadi aplikasi yang paling banyak diunduh oleh pengguna iPhone (iOS) di Amerika Serikat, bahkan mengalahkan ChatGPT

DeepSeek AI juga berhasil masuk dalam daftar 10 besar aplikasi gratis yang paling banyak diunduh di App Store di 111 negara serta di Google Play di 18 negara, berdasarkan laporan Appfigures.

Pertumbuhan popularitas aplikasi ini terbilang sangat cepat, dengan 80 persen unduhan tercatat dalam kurun waktu tujuh hari terakhir, menurut firma riset SensorTower.

Namun, kepopuleran ini membawa tantangan tersendiri.

DeepSeek AI menjadi sasaran serangan siber yang motifnya belum jelas, apakah terkait politik atau hanya kejahatan siber. 

Bahkan, situs web DeepSeek AI sempat tidak dapat diakses selama beberapa jam akibat serangan tersebut, yang mengganggu pengguna layanan versi web.

Menghimpun laporan Reuters, Selasa (28/1/2025), DeepSeek mengalami pemadaman (shut down) di situs website-nya.

Artinya, akses DeepSeek mendadak tidak bisa diakses. High-Flyer, induk DeepSeek pun segera membatasi slot pendaftaran aplikasinya untuk sementara waktu.

Pada halaman statusnya, DeepSeek mengatakan bahwa mereka mulai menyelidiki masalah ini pada Senin malam waktu Beijing. Setelah sekitar dua jam pemantauan, perusahaan mengatakan bahwa mereka menjadi korban “serangan jahat berskala besar”.

Meskipun tidak ada rincian tentang serangan siber yang dialami, DeepSeek diyakini menghadapi serangan distributed denial-of-service (DDoS) alias penolakan layanan terdistribusi, terhadap API dan platform Web Chat-nya.

Serangan DDoS terjadi ketika sejumlah besar lalu lintas dikirim ke alamat IP atau URL tertentu, yang menghabiskan sumber daya yang tersedia pada perangkat.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags:
DeepSeekChatGPTChina
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved