Berita Viral
Ngeri! Jari Wanita Ini Timbul Benjolan Mirip Bunga Kol Setelah Lakukan Manikur, Terinfeksi HPV
Seorang wanita di China mengalami masalah tak terduga setelah menjalani manikur, kukunya muncul benjolan mirip bunga kol, terinfeksi HPV.
Penulis: joisetiawan
Editor: jonisetiawan
TRIBUNTRENDS.COM - Seorang wanita di China mengalami masalah tak terduga setelah menjalani manikur. Dalam sebuah video yang viral di Weibo, wanita tersebut menunjukkan benjolan seperti kembang kol yang muncul di jarinya setelah perawatan kuku.
Benjolan ini tampak mengganggu, meskipun tidak menimbulkan rasa sakit pada awalnya.
Wanita tersebut, yang bernama Nona Wang, segera mencari pertolongan medis dan mengunjungi dokter kulit untuk mengetahui penyebab dari pertumbuhan yang aneh tersebut.
Setelah pemeriksaan, dokter mengonfirmasi bahwa ia terinfeksi Human papillomavirus (HPV), sebuah virus yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kutil di kulit.
Baca juga: Pencemaran yang Diakibatkan oleh Bakteri Termasuk dalam Pencemaran? Kunci Jawaban IPA Kelas 7 SMP
Menurut Nona Wang, meskipun benjolan tersebut tidak terasa sakit, ukurannya semakin membesar seiring berjalannya waktu, yang membuatnya merasa khawatir.
Dokter yang menanganinya menjelaskan bahwa pertumbuhan tersebut disebabkan oleh infeksi HPV yang dapat menular melalui kontak langsung dengan alat yang terkontaminasi.
Infeksi HPV akibat manikur bisa terjadi jika alat yang digunakan dalam perawatan kuku tidak disterilkan dengan benar setelah digunakan oleh pelanggan sebelumnya.
Risiko infeksi sangat tinggi jika alat manikur yang digunakan tidak dibersihkan dengan baik atau dipakai berulang kali tanpa sterilisasi yang tepat.
Sebagai langkah pencegahan, dokter menyarankan agar setiap pelanggan diberikan alat manikur yang baru dan telah disterilkan untuk menghindari potensi penyebaran infeksi.
Seorang dokter kulit dari Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Tiongkok Provinsi Jiangsu memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai risiko infeksi silang yang dapat terjadi jika alat manikur digunakan bersama oleh beberapa orang tanpa sterilisasi yang memadai.
Selain itu, bahan kimia yang sering terkandung dalam produk manikur, seperti formaldehida, dapat menyebabkan iritasi kulit atau alergi pada sebagian orang.
Baca juga: KISAH Wanita Punya Kuku Tangan Sepanjang 1,3 Meter, Kesulitan Beraktivitas, Bagaimana Kalau BAB?
Dokter tersebut juga menyarankan agar individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah lebih berhati-hati dalam menjalani perawatan manikur untuk menghindari komplikasi yang lebih serius.
Apakah Berbahaya?
Infeksi HPV, meskipun sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas, bisa berpotensi berbahaya dalam jangka panjang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa meskipun sebagian besar infeksi HPV tidak menimbulkan masalah serius dan dapat sembuh dengan sendirinya dalam satu atau dua tahun, beberapa jenis HPV yang berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker, seperti kanker serviks pada wanita.
Sumber: TribunTrends.com
| Sempat Diam, Pemilik Daycare Baby Preneur Aceh Kini Minta Maaf, Serahkan Pelaku Kekerasan ke Polisi |
|
|---|
| Korban Minta Efek Jera, LPSK Akan Ajukan Restitusi Miskinkan Para Pelaku Daycare Little Aresha |
|
|---|
| Dirut KAI Bobby Rasyidin Sebut Usulan Pemindahkan Gerbong Wanita Tidak Tepat, 'Kami Tak Membedakan' |
|
|---|
| Eks Finalis Puteri Indonesia Diduga Jadi Dokter Kecantikan Bodong, Korban Alami Pendarahan & Infeksi |
|
|---|
| 'Nanti Nggak Balik Lagi?', Percakapan Terakhir Karyawan Kompas TV Korban Kecelakaan KRL, Ingin Cuti |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Viral-jari-wanita-ini-timbul-benjolan-mirip-bunga-kol-setelah-manikur.jpg)