Berita Viral
Ketar-ketir Agus Buntung Curhat Dibully Napi Lain, Diancam di Lapas: 'Siap-siap Pulang Tinggal Nama'
Inilah pengakuan Agus Buntung dibully napi lain hingga mendapatkan ancaman pulang tinggal nama.
Editor: Dika Pradana
TRIBUTRENDS.COM - I Wayan Agus Suwartama (IWAS) alias Agus Buntung baru-baru ini mengaku mendapatkan 'bully' dari narapidana lain selama dirinya ditahan di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.
Selain mendapatkan bully dari narapidana lain, Agus Buntung juga mengaku mendapatkan ancaman yang membuatnya ketakutan.
Sederet ancaman dan bully yang dialami Agus Buntung tentu membuatnya tidak nyaman mendekam di dalam sel di Lapas Kelas IIA Lombok Barat selama seminggu terakhir.
Pernyataan yang disampaikan penasihat hukum Agus, Donny A Sheyoputra, mengenai kondisi kliennya selama berada di dalam tahanan, mengungkapkan sejumlah permasalahan yang dihadapi oleh Agus Buntung.
Dalam hal ini, Donny menyoroti kondisi Agus Buntung terutama berkaitan dengan kenyamanan dan keselamatan dirinya.
"Agus juga merasakan ketidaknyamanan karena ada semacam bully terhadap dia selama di dalam tahanan, bahkan ada ancaman juga," kata penasihat hukum Agus, Donny A Sheyoputra dilansir Tribun-medan.com, Jumat (17/1/2025).
Dalam keterangannya kepada awak media, Donny mengungkapkan bahwa Agus Buntung tidak hanya merasakan ketidaknyamanan, tetapi juga mengalami intimidasi selama berada di sel tahanan.
Agus Buntung mengaku bahwa dirinya mendapatkan ancaman berupa 'pulang tinggal nama' jika dia terus bertahan dalam sel tersebut.
“Dia tidak menyampaikan secara detail, tetapi ada yang dikatakan bahwa kalau kamu begini, maka nanti yang pulang hanya namamu saja, siap-siap pulang nama,” kata penasihat hukum Agus lainnya, Aminuddin.
Kondisi yang dialami Agus semakin diperburuk oleh pengaturan fasilitas yang tidak memadai.
Seperti yang diketahui, Agus Buntung merupakan seorang penyandang disabilitas.
Menurut tim kuasa hukumnya, fasilitas yang ada di tahanan, terutama dalam hal kebersihan dan kebutuhan pribadi Agus, sangat tidak memadai.
Agus diperlakukan dengan tidak sesuai kebutuhan pasalnya dia ditempatkan bersama 14 tahanan lainnya tanpa adanya perhatian khusus terhadap kebutuhan fisiknya.
Hal ini diperparah dengan pendampingan yang tidak memadai, karena Agus hanya diberikan seorang tahanan pendamping yang tidak memiliki pengetahuan atau keterampilan untuk mengurus orang dengan disabilitas.
"Ternyata yang diberikan pada dia adalah tahanan pendamping atau tamping yang juga tentunya tidak mungkin risih atau bagaimana mengurus Agus," ujar Donny.
Sumber: Tribun Medan
| Ada Ratusan Ribu Penerima, Program MBG di Denpasar Bali Dihentikan Satu Bulan Saat Libur Sekolah |
|
|---|
| Pilu Kondisi Bocah Korban Perundungan di Jakpus, Sering Menangis Karena Trauma & Takut Orang Asing |
|
|---|
| Video Lawas Ruben Onsu Transfer 200 Juta Per Bulan untuk Sarwendah, Belum Termasuk Biaya Kecantikan |
|
|---|
| Harga Pertamax Naik, Jelang Hari Raya Galungan Pemkab Badung Bali Beri Bantuan Rp 2 Juta Per KK |
|
|---|
| Pertamax Naik 16.250, Bahlil Lahadalia Pastikan Harga untuk Pertalite, Solar & LPG Subsidi Tetap |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Pengakuan-Agus-Buntung-dibully-napi-l.jpg)