Breaking News:

Momen Soeharto Didatangi Mahasiswa Setahun Setelah Lengser, Sikapnya Tuai Sorot, Ada yang Berubah

Kisah mahasiswa bertamu ke rumah Cendana setelah Soeharto lengser, seperti apa kisah lengkapnya?

Kolase Wikimedia Commons
Kisah mahasiswa bertamu ke rumah Cendana setelah Soeharto lengser 

TRIBUNTRENDS.COM -  Mundurnya Soeharto sebagai presiden pada tahun 1998 lalu jadi jalan menuju gerbang reformasi.

Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun berhasil digulingkan setelah mahasiswa melakukan rentetan demonstrasi.

Hingga akhirnya Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden pada 21 Mei 1998.

Mahasiswa dan Soeharto pada masa itu menjadi dua belah pihak yang selalu 'berseberangan'.

Tragedi yang membuat Soeharto kehilangan kekuasaannya itu ternyata masih menyisakan banyak cerita.

Baca juga: Kenangan Soeharto Ibadah Haji Tahun 1991, Kemah Bersama Jemaah Indonesia hingga Dijamu Raja Arab

Kronologi lengsernya Soeharto pada Mei 1998, bermula dari demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran.
lengsernya Soeharto pada Mei 1998, bermula dari demonstrasi mahasiswa secara besar-besaran. (Kolase Tribunnews)

Satu di antaranya adalah cerita momen sekelompok mahasiswa yang berinisiatif mendatanginya setahun setelah tragedi terjadi.

Berikut cerita yang berhasil dihimpun TribunJatim.com dari Intisari dan Tribun Jambi.

Pada saat itu hujatan dan demo terkait Soeharto masih sangat gencar bersamaan dengan kampanye Pemilu Multipartai 1999.

Tak dinyana, surat permohonan untuk menemui Pak Harto atas nama pribadi, mahasiswa jurusan jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (IISIP) Jakarta bernama Hendrikusumo Dimas Febiyanto, yang dikirimkan tanggal 4 Mei 1999, begitu cepat ditanggapi.

Pukul 13.00 WIB tanggal 10 Mei, Sekretaris Pribadi Pak Harto, Letkol (Pol.) Anton Tabah, memberitahukan bahwa pukul 09.00 WIB esok harinya, 11 Mei 1999, Soeharto bersedia menerima kunjungan si mahasiswa.

Selain nama penandatangan surat, juga diminta daftar nama lain yang akan ikut. Maka dicatatkanlah nama Subhan Lubis (juga mahasiswa IISIP Jakarta) dan Harry Sutiyoso, S.E. (bekas mahasiswa yang telah jadi karyawan swasta).

Sedangkan nama saya, FX Dimas Adityo (mahasiswa Fakultas Sastra jurusan Arkeologi UI), tidak didaftarkan. Ini memunculkan sedikit persoalan ketika esok paginya saya ikut dalam rombongan.

Setelah dijelaskan, antara lain keikutsertaan saya sebagai juru foto, Sekpri dan para ajudan Pak Harto bisa mengerti. Mereka pun mengizinkan saya.

Perjalanan rombongan mahasiswa tersebut menuju kediaman Soeharto di Jln Cendana tidaklah mudah.

Setelah meliuk-liuj menerobos kemacetan, mobil pun sampai di kawasan Menteng.

Halaman 1/4
Tags:
Soehartomahasiswa
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved