Momen Soeharto Didatangi Mahasiswa Setahun Setelah Lengser, Sikapnya Tuai Sorot, Ada yang Berubah
Kisah mahasiswa bertamu ke rumah Cendana setelah Soeharto lengser, seperti apa kisah lengkapnya?
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
TRIBUNTRENDS.COM - Mundurnya Soeharto sebagai presiden pada tahun 1998 lalu jadi jalan menuju gerbang reformasi.
Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun berhasil digulingkan setelah mahasiswa melakukan rentetan demonstrasi.
Hingga akhirnya Soeharto resmi mundur dari jabatannya sebagai presiden pada 21 Mei 1998.
Mahasiswa dan Soeharto pada masa itu menjadi dua belah pihak yang selalu 'berseberangan'.
Tragedi yang membuat Soeharto kehilangan kekuasaannya itu ternyata masih menyisakan banyak cerita.
Baca juga: Kenangan Soeharto Ibadah Haji Tahun 1991, Kemah Bersama Jemaah Indonesia hingga Dijamu Raja Arab
Satu di antaranya adalah cerita momen sekelompok mahasiswa yang berinisiatif mendatanginya setahun setelah tragedi terjadi.
Berikut cerita yang berhasil dihimpun TribunJatim.com dari Intisari dan Tribun Jambi.
Pada saat itu hujatan dan demo terkait Soeharto masih sangat gencar bersamaan dengan kampanye Pemilu Multipartai 1999.
Tak dinyana, surat permohonan untuk menemui Pak Harto atas nama pribadi, mahasiswa jurusan jurnalistik Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politk (IISIP) Jakarta bernama Hendrikusumo Dimas Febiyanto, yang dikirimkan tanggal 4 Mei 1999, begitu cepat ditanggapi.
Pukul 13.00 WIB tanggal 10 Mei, Sekretaris Pribadi Pak Harto, Letkol (Pol.) Anton Tabah, memberitahukan bahwa pukul 09.00 WIB esok harinya, 11 Mei 1999, Soeharto bersedia menerima kunjungan si mahasiswa.
Selain nama penandatangan surat, juga diminta daftar nama lain yang akan ikut. Maka dicatatkanlah nama Subhan Lubis (juga mahasiswa IISIP Jakarta) dan Harry Sutiyoso, S.E. (bekas mahasiswa yang telah jadi karyawan swasta).
Sedangkan nama saya, FX Dimas Adityo (mahasiswa Fakultas Sastra jurusan Arkeologi UI), tidak didaftarkan. Ini memunculkan sedikit persoalan ketika esok paginya saya ikut dalam rombongan.
Setelah dijelaskan, antara lain keikutsertaan saya sebagai juru foto, Sekpri dan para ajudan Pak Harto bisa mengerti. Mereka pun mengizinkan saya.
Perjalanan rombongan mahasiswa tersebut menuju kediaman Soeharto di Jln Cendana tidaklah mudah.
Setelah meliuk-liuj menerobos kemacetan, mobil pun sampai di kawasan Menteng.
| Pengamat Pertanyakan Kejelasan Anggaran Sewa EO oleh BGN, Harusnya Berhemat: Bagaimana Pemilihannya? |
|
|---|
| Pengamat Sebut Dana EO Rp113 Miliar BGN Ciderai Semangat Efisiensi Negara: Di Mana Letak Hematnya? |
|
|---|
| Kondisi Kantor Pemenang Tender Motor BGN: Mewah Tapi Tak Ada Papan Nama, Warga Justru Tak Tahu |
|
|---|
| KPK Ungkap Sisi Gelap Tulungagung, Pejabat Sampai Berhutang demi Penuhi Gaya Hidup Bupati Gatut Sunu |
|
|---|
| BGN Terapkan WFH demi Hemat BBM, Akuntan dan Pengawas Gizi Wajib Siaga di Kantor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Detik-detik-Soeharto-lengser-dari-jabatan-Presiden.jpg)