Breaking News:

Keluarga Cendana

Momen Soeharto Kunjungan ke Belanda Tahun 1970, Ajudannya Ngamuk Tak Terima Indonesia Diremehkan

Simak kisah saat Soeharto berkunjung ke Belanda tahun 1970, ajudan kesal karena Indonesia diremehkan.

Kolase Sripoku.com
Kisah Soeharto berkunjung ke Belanda tahun 1970, ajudan kesal karena Indonesia diremehkan. 

TRIBUNTRENDS.COM -  Selama menjabat sebagai Presiden RI, Soeharto seringkali melakukan kunjungan ke berbagai negara.

Suatu ketika Soeharto berkunjung ke Belanda pada tahun 1970.

Kala itu, Soeharto ditemani ajudan favoritnya yakni Benny Moerdani.

Diketahui, Benny Moerdani merupakan pengawal Soeharto paling loyal yang siap melindungi sang presiden di mana pun berada.

Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Panglima TNI.

Baca juga: 3 Aset Cendana: TMII, Gedung, & Yayasan Disita Negara, Tak Bikin Kekayaan Anak-Cucu Soeharto Amblas

Soeharto dan ajudan favoritnya, Benny Moerdani
Soeharto dan ajudan favoritnya, Benny Moerdani (Istimewa)

Pada saat itu, Presiden Soeharto berkunjung ke Belanda dan akan menuju Istana Huis Ten Bosch, Den Haag, tempat keluarga Kerajaan Belanda menetap.

Kunjungan Pak Harto itu sebenarnya merupakan 'lawatan yang kaku' karena pemerintah Kerajaan Belanda pada tahun 1970-an belum mengakui tanggal kemerdekaan RI yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945.

Pemerintah Belanda bahkan baru mengakui kemerdekaan RI pada 16 Agustus 2005 menjelang Indonesia merayakan peringatan kemerdekaan yang ke-60 tahun.

Kunjungan Pak Harto saat itu bahkan tidak disukai oleh Kerajaan Belanda mengingat di era Perang Kemerdekaan, Pak Harto sebenarnya merupakan musuh bebuyutan militer Belanda.

Aparat keamanan Belanda yang secara psikologis terpengaruh oleh sikap Kerajaan Belanda bahkan hanya menyiapkan sistem pengamanan yang tidak maksimal sehingga bisa membahayakan keselamatan Pak Harto.

Menurut Benny, kunjungan Presiden Soeharto itu memang berisiko tinggi karena di Belanda masih banyak anggota simpatisan Republik Maluku Selatan (RMS) yang bisa membahayakan keselamatan Pak Harto.

Untuk memastikan keamanan Pak Harto, Benny kemudian memeriksa rute yang akan dilalui menuju Istana Huis Ten Bosch.

Rute itu ternyata rawan oleh ancaman tembakan sniper dari jendela-jendela bangunan sepanjang jalan dan adanya perempatan lampu merah yang rawan oleh aksi penyergapan bersenjata.

Hasil inspeksi itu kemudian dirapatkan oleh Benny bersama para agen rahasia dan aparat keamanan Belanda.

Intinya Benny meminta agar jendela-jendela di bangunan sepanjang jalan yang dilintasi Presiden Soeharto dijaga ketat, demikian pula perempatan lampu merah yang akan dilintasi juga harus disterilkan.

Sumber: Tribun Jambi
Halaman 1/2
Tags:
SoehartoBelandaBenny Moerdani
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved