Breaking News:

Keluarga Cendana

Momen Anak SD Beri Pertanyaan Tak Terduga ke Soeharto, Bikin Hadirin Tertawa: Kenapa Tanya Begitu?

Video lawas Soeharto dialog dengan anak-anak, dapat pertanyaan tak terduga, bikin hadirin tertawa.

Tayang:
Kolase TribunTrends.com
Video lawas Soeharto dialog dengan anak-anak, dapat pertanyaan tak terduga, bikin hadirin tertawa. 

TRIBUNTRENDS.COMSoeharto merupakan Presiden RI dengan masa jabatan paling lama yakni 32 tahun.

Selama menjabat sebagai Presiden RI, Soeharto tak jarang melakukan dialog tatap muka dengan rakyatnya.

Seperti halnya saat Soeharto menggelar temu wicara untuk memperingati Hari Anak Nasional pada tahun 1994 silam di Istana Negara, Jakarta.

Acara itu dihadiri anak-anak dari seluruh provinsi di Indonesia.

Ada kejadian menarik saat acara tersebut berlangsung, seorang anak SD mendadak memberikan pertanyaan tak terduga ke Soeharto.

Baca juga: Sosok Joop Ave, Menteri Pariwisata Era Soeharto, Punya Darah Belanda, Akrab dengan Ibu Tien

Soeharto saat temu wicara pada Hari Anak Nasional di Istana Negara pada 1994 silam.
Soeharto saat temu wicara pada Hari Anak Nasional di Istana Negara pada 1994 silam. (YouTube)

Hal ini terlihat dari video yang diunggah saluran YouTube bernama HM Soeharto.

Banyak yang menyebut Soeharto sebagai Bapak Pembangunan lantaran selama pemerintahannya banyak pembangunan merata di Indonesia.

Namun, tak sedikit juga yang menyebut masa pemerintahan Soeharto dianggap sebagai rezim paling korupsi.

Dalam video yang diunggah oleh Merindink, tampak Soeharto berdiri bersama beberapa anak-anak sekolah dasar.

Di tengah-tengah sesi tanya jawab, Soeharto mendapatkan pertanyaan dari seorang anak laki-laki.

"Nama saya Hamli dari Provinsi Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai," ujar si anak mengawali pertanyaannya.

"Saya mau tanya, mengapa presiden di Indonesia cuma satu? Padahal Indonesia sangat luas," lanjutnya polos.

Sontak pertanyaan anak tersebut mengundang tawa para hadirin dan tamu yang diundang.

Soeharto pun memberikan jawabannya.

"Ya terang itu, presiden itu hanya satu, untuk memimpin bangsa dan negara. Kalau sampai 2-3, nanti lantas tidak bisa berjalan dengan baik," jawab Soeharto.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
Soeharto
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved