Sosok Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan Era Soeharto yang Mengetik Teks Pidatonya Sendiri
Simak profil Daoed Joesoef, Menteri Pendidikan era Soeharto yang mengetik sendiri naskah pidatonya.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
TRIBUNTRENDS.COM - Inilah sosok Daoed Joesoef (Daud Jusuf), Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Presiden RI ke-2 Soeharto, tepatnya periode 1978-1983.
Daoed Joesoef dikenal sebagai cendekiawan yang kerap menuangkan gagasannya melalui tulisan.
Sebelum ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Daoed Joesoef diminta datang ke rumah Soeharto.
"Pada tanggal 22 Maret 1978 jam 14.50, aku menerima telepon dari ajudan Presiden Soeharto yang memintaku datang ke rumah di Jalan Cendana jam 19.00," kata Daoed dalam bukunya Rekam Jejak Anak Tiga Zaman (penerbit Kompas, 2017).
Baca juga: Ini Dia Sosok Menteri Termiskin Era Soeharto, Tak Mampu Bayar Listrik, Menolak saat Ditawari Mobil
Setelah bertemu di Jalan Cendana, tanpa banyak diskusi, Pak Harto langsung memintanya membantu kabinet di bidang pendidikan dan kebudayaan.
Saat Daoed ingin menjelaskan konsep tentang pendidikan dan kebudayaan, dia dicegah oleh Pak Harto.
"Tidak perlu, saya sudah tahu," katanya.
Dari mana Pak Harto tahu?
"Ini tetap merupakan misteri bagiku," kata lelaki kelahiran Medan, Sumatera Utara, 8 Agustus 1926 ini.
Singkatnya, Daoed Joesoef pun dilantik sebagai menteri pada 2 April 1978.
Tanpa perlu banyak belajar, dia mengaku modal sebagai menteri sudah dia miliki, antara lain dasar ideal yang relatif matang konsep kerja.
Jadi, dia masuk ke kamar kerja menteri tidak dengan kepala kosong.
Kemudian, dari sisi kekayaan, Daud mengaku cukup lumayan. Punya rumah dan tanah yang dia beli dengan cara mencicil dan sebuah mobil FIAT yang dibeli di Paris jelang pulang studi pada 1975.
"Jadi aku sudah punya tanah, rumah, dan kendaraan sebelum menjadi menteri dan tidak sesudahnya," akunya.
Saat pertama masuk kantor, semua tampak rapih dan bersih.
Sumber: Kompas TV
| Pengantin di Malang Bantah Pura-pura Jadi Lelaki, Sebut Tak Sembunyikan Identitas Saat Menikah |
|
|---|
| Sherina Banyak Repost Konten Mengenai Perselingkuhan, Kuatkan Dugaan Baskara Mahendra Selingkuh |
|
|---|
| Ditahan 131 Hari, Amsal Sitepu Minta Ganti Rugi untuk Semua Pekerja Kreatif, 'Bukan Bentuk Uang!' |
|
|---|
| Buntut Konflik dengan Rachel Vennya, Niko Al Hakim Kini Tertekan, Ingin Diselesaikan Secara Damai |
|
|---|
| Na Daehoon Larang Anak-Anaknya Bertemu Safrie Ramadhan, Marah Rusak Pernikahannya 'Dia Emang siapa?' |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Simak-profil-Daoed-Joesoef-Menteri-Pendidikan-era-Soeharto.jpg)