Breaking News:

Kunci Jawaban

3 Contoh Kunci Jawaban Tugas Koneksi Antar Modul 1.1: Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Berikut inilah 3 contoh kunci jawaban tugas Koneksi Antar materi Modul 1.1, Kesimpulan serta Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara.

|
Kolase Tribuntrends.com/ Canva
Berikut inilah 3 contoh kunci jawaban tugas Koneksi Antar materi Modul 1.1. kesimpulan serta Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara. 

TRIBUNTRENDS.COM - Berikut inilah contoh kunci jawaban tugas Koneksi Antar materi Modul 1.1, Kesimpulan serta Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara.

Jawaban-jawaban dibawah ini bisa menjadi referensi bagi bapak/ibu guru yang sedang mengikuti Pendidikan Calon Penggerak (PGP).

Calon guru penggerak (CGP) diarahkan untuk memaparkan koneksi antar dari pemikiran Ki Hajar Dewantara. Ada tiga pertanyaan refleksi yang harus dijawab oleh bapak/ibu guru.

rev
kunci jawaban soal apa hubungan diagram identitas gunung es dengan penumbuhan pelajar pancasila

Pertama, Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?

Kedua, Apa yang berubah dari pemikiran atau perilaku Anda setelah mempelajari modul ini?

Ketiga, Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran Ki Hajar Dewantara?

Selengkapnya, berikut contoh jawaban dalam mengerjakan tugas Koneksi Antar Materi selama pembelajaran modul 1.1, Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara:

Koneksi Antar Materi Modul 1.1 Kesimpulan dan Refleksi Pemikiran Ki Hajar Dewantara
1. Apa yang Anda percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum Anda mempelajari modul 1.1?
Jawaban: Sebelum mempelajari modul 1.1, pembelajaran yang saya lakukan adalah hanya mentransfer materi pelajaran. Saya juga menganggap ketuntasan dalam penyampaian materi lebih penting ketimbang memahami karakteristik murid.

Biasanya, saya hanya melihat nilai murid dari nilai kognitif saja. Misalnya saat mereka mengerjakan tugas atau ulangan harian. Jika nilai murid sudah mencapai KKM, maka saya menganggap pembelajaran sudah berhasil.

Saya juga beranggapan murid sebagai objek pembelajaran, sehingga pembelajaran hanya berpusat pada guru (teacher centre).

Saya juga tidak memedulikan apakah murid benar-benar paham tentang materi yang diajarkan atau tidak. Fokus utama saya adalah ketercapaian materi mengingat materi yang saya ajarkan cukup padat setiap semesternya.

Saya pun hanya meminta siswa untuk menghafal materi yang diajarkan, tanpa memikirkan bagaimana cara agar materi tersebut dapat dipahami sepenuhnya. Imbasnya, saya sering merasa gagal atau mengeluh jika banyak murid yang tidak tuntas setelah melakukan evaluasi.

Saya tidak pernah mengidentifikasi minat dan bakat anak sebelum memulai pelajaran, karena saya beranggapan, bakat dan minat cenderung diasah dan diarahkan dalam kegiatan ekstrakurikuler dan ko-kurikuler.

Saya mengira bahwa untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang rendah hanya dapat dilakukan dengan kegiatan remidial, walaupun nilai remedial yang diperoleh justru lebih kecil dari sebelumnya. Hal itu bisa saya bantu dengan memberikan beberapa tugas kepada anak.

Apabila tugas yang saya berikan tidak dikumpulkan tepat waktu, saya akan memberikan hukuman dengan menambah tugas awal dengan tugas yang lainnya. Saya baru menyadari bahwa apa yang telah saya lakukan dapat membuat murid merasa terbebani dan menurunkan motivasinya mengikuti kegiatan pembelajaran di kelas.

Halaman 1/2
Tags:
kunci jawabanKi Hajar DewantaraModul 1.1
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved