Keluarga Cendana
Kisah Soeharto Kecil Kesal Dipanggil 'Den Bagus', Diejek Buangan Priyayi: Sudah Miskin Masih Dihina
Soeharto merasa kesal dipanggil 'Den Bagus', padahal dirinya bukan berasal dari keluarga bangsawan.
Editor: Apriantiara Rahmawati Susma
TRIBUNTRENDS.COM - Soeharto mengalami jatuh bangun dalam hidup sebelum menjadi orang nomor satu di Indonesia.
Di masa kecil, Soeharto hidup dalam kemiskinan dan selalu mendapat hinaan dari teman-teman sepermainannya.
Bahkan, Soeharto masih ingat ejekan yang dilontarkan teman-teman sepermainannya di waktu kecil.
Kala itu, teman-teman sebayanya mengejeknya dengan panggilan 'Den Bagus'.
Soeharto pun merasa kesal tiap kali dipanggi 'Den Bagus', seperti apa kisah di balik panggilan tersebut?
Baca juga: Awal Perjodohan Soeharto & Ibu Tien, Ada Peran Bibi, Beda Status Sosial, Cinta hingga Akhir Hayat

Berbicara tentang Soeharto adalah berbicara tentang pradoks. Bagaimana tidak, dibanding tokoh-tokoh pergerakan lainnya, Pemuda Kemusuk, Bantul, itu tidak ada apa-apanya.
Dia tidak berdarah biru, juga bukan lulusan sekolah elite lebih-lebih luar negeri.
Soeharto, bagaimanapun juga, adalah sosok yang unik.
Mengutip Kompas.ID, "Dia sendiri sering menyebut dirinya sebagai anak petani. Anak Desa Kemusuk yang memantik mimpi jutaan anak Indonesia pada masanya untuk meraih masa depan yang lebih cerah, apa pun latar belakangnya."
Soeharto lahir pada 1921 dalam kondisi miskin di tengah penjajahan Belanda lalu dilanjutkan Jepang dan perang kemerdekaan.
Soeharto juga tidak punya jejak mentereng dalam dunia pergerakan nasional (bandingkan dengan Soekarno, misalnya).
Lewat bukunya yang berjudul Young Soeharto: The Making of a Soldier 1921-1945, David Jenkins mencoba menyoroti masa muda Presiden Ke-2 RI itu.
Buku itu dikatapengantari oleh Indonesias kenamaan, Ben Anderson.
"Bagaimana dan mengapa orang seperti Soeharto bisa naik ke kekuasaan dan bertahan selama itu?" tanya Ben dalam pengantar buku tersebut.
Sebagai informasi, buku Young Soeharto adalah buku pertama dari trilogi biografi Soeharto yang ditulis jurnalis Australia yang pernah bertugas di Indonesia itu.
Dan bukan kali ini saja Jenkins menulis tentang Soeharto.
Bahkan buku sebelumnya yang berjudul Soeharto and His Generals membuat Jenkins sempat dilarang masuk Indonesia hingga tahun 1993.
Tapi berkat jasa Jenderal Soemitro, dia bisa kembali bekerja di Indonesia hingga 15 tahun kemudian.
Politikus Australia, Gareth Evans menggambarkan Soeharto dengan dua kata: multi dualisme.
Menurutnya, Soeharto adalah sosok pemimpin dan negarawan yang berwawasan ke depan, tapi di sisi lain dia adalah seorang diktator.
Soeharto murah senyum dan sederhana, tapi kejam.
Soeharto menyayangi menteri-menterinya yang bisa bekerja, tapi korup. Soeharto bisa membangun ekonomi, tapi mematikan demokrasi.
Menurut Jenkins, Soeharto adalah sosok yang berhasil melesat walau perjalanan hidupnya penuh dengan pergulatan, bahkan sejak bayi.
Ayahnya bernama Karterejo, seorang pengatur pengairan desa, ibunya Sukirah yang adalah istri kedua Karterejo.
Ketika usia Soeharto belum 40 hari, ibunya meninggalkannya.
Konon katanya, Sukirah yang stres setelah melahirkan Soeharto menghilang.
Seminggu kemudian, dia ditemukan di atas rumah dalan keadaan sudah lemas.
Kelak di kemudian hari, persoalan ini menjadi semacam desas-desus di kalangan para elite hingga puluhan tahun kemudian.
Muncul rumor jika ayah dan ibunya tidak harmonis karena sejak awal Sukirah telah hamil dengan bangsawan tapi dibuang ke desa dan dinikahi Kertorejo.
Tapi isu dibantah oleh Soeharto, dia menegashkan bahwa dirinya bukan berdarah biru.
Bertahun-tahun kemudian, Soeharto lantas menjelaskan kedekatan hubungan ibunya dengan bangswan di Yogyakarta.
Baca juga: Sosok Haryo Putra Wibowo Cicit Soeharto yang Jenius, Usia 18 Raih Gelar Master, Anak Ari Sigit
Dia ingat, saat sering dikatai Den Bagus tahi mabhul (tahi kering) oleh teman-teman sepermainan kelereng.
Dengan kata lain, ia diejek sebagai sisa buangan priyayi. Saat itu Soeharto berusia delapan tahun dan ia masih ingat ejekan itu.
Tak pelak, Soeharto kesal dengan panggilan tersebut karena dia merasa berasal dari keluarga miskin.
Baginya, panggilan itu tak lebih dari sekadar hinaan bagi dirinya. "Sudah miskin, saya juga masih menghadapi hinaan ini,” tulis Jenkins mengutip Soeharto.
Begitulah masa kecil Soeharto yang jauh dari hidup mewah karena orangtuanya hanyalah orang desa yang miskin dan tak punya darah biru.
Sumber: Intisari
Potret Lawas Darma Mangkuluhur di Pangkuan Soeharto, Kini Jadi Pengusaha dan Lamar Patricia Schuldtz |
![]() |
---|
Tata Cahyani Rayakan Ultah Ke-50, Mantan Tommy Soeharto Dipuji Awet Muda, Terungkap Profesinya |
![]() |
---|
Tata Cahyani Ultah ke-50, BCL hingga Raline Shah Beri Ucapan Selamat ke Mantan Istri Tommy Soeharto |
![]() |
---|
Tata Cahyani Ulang Tahun ke-50, Pesona Mantan Istri Tommy Soeharto Disorot: Masih Cantik Banget! |
![]() |
---|
Titiek Soeharto Ultah Ke-66, Prabowo Beri Ucapan, Pamer Momen Hangat Bersama Didit Hediprasetyo |
![]() |
---|