Breaking News:

Lebaran 2024

Lebaran 2024, Walikota Surabaya Eri Cahyadi Open House, Undang Warga ke Rumah, 'Guyub Rukun'

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadikan momentum Hari Raya Idul Fitri SE sebagai penguat silaturahmi

tribunjatim.com/Bobby Koloway
Suasana Hari Raya Idul Fitri di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi 

TRIBUNTRENDS.COM - Pada momen Lebaran 2024, Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menggelar open house.

Acara tersebut dihadiri masyarakat dan beberapa jajaran Forkopimda Kota Surabaya.

Momen ini menjadi ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan warga di kota dengan cirikhas tugu berbentuk Hiu dan Buaya itu.

Baca juga: Unboxing Isi Bingkisan Open House Jokowi, Warga Dapat Kupon, Ditukar Beras, Teh hingga Minyak Goreng

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjadikan momentum Hari Raya Idul Fitri SE sebagai penguat silaturahmi.

Baik dengan para Kepala Perangkat Daerah (PD), ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot), jajaran Forkopimda Kota Surabaya hingga seluruh warga.

“Alhamdulillah, kami sekeluarga mengucapkan minal aidin wal faizin mohon maaf lahir dan batin.

Ini menjadi momentum untuk saling memaafkan, sehingga kita bisa kembali menjadi hambanya Gusti Allah yang saling membantu dan saling guyub rukun,” kata Wali Kota Eri di Surabaya, Jumat (12/4/2024).

Pada Hari Raya Idul Fitri tahun ini, Wali Kota Eri juga menggelar open house (Rabu, 10/4/2024). Para warga berduyun-duyun bersalaman dengan orang nomor satu di Surabaya tersebut.

Halal Bil Halal
Halal Bil Halal (Tribunnews.com)

Sebagai Wali Kota Surabaya yang mendapat amanah dari Allah untuk pemimpin di Kota Surabaya, ia merasa tidak lepas dari kesalahan.

“Karenanya, saya ingin memohon maaf kepada seluruh warga Kota Surabaya,” kata dia.

Pintu rumah dinas Wali Kota Surabaya terbuka bagi seluruh warga Kota Surabaya.

“Saya terimakasih banyak kepada seluruh warga Kota Surabaya.

Buat saya, rumah dinas Wali Kota Surabaya ini adalah rumahnya masyarakat, jadi kita bisa saling menguatkan satu dengan yang lainnya di rumah tersebut,” tandasnya.

Tak hanya menggelar open house, Wali Kota Eri juga menggelar sholat Idul Fitri di Taman Surya halaman Balai Kota Surabaya, Rabu (10/4/2022).

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama keluarganya turut serta sholat di tempat ini.

Bertindak sebagai imam Shalat Eid adalah KH. Abdul Hamid Syarifuddin yang merupakan Qori’ nasional dan juga Imam di Masjid Nasional Al- Akbar.

Kemudian yang bertindak sebagai khotib dalam pelaksanaan Shalat Eid di Taman Surya adalah Prof. Akh Muzakki, M.Ag., Grad.Dip.SEA., M.Phil., Ph.D yang merupakan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya.

Suasana Hari Raya Idul Fitri di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Suasana Hari Raya Idul Fitri di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi


 
Dalam ceramahnya, ia membawakan pesan bertema "Menjadi Lebih Baik Pasca Ramadhan".

Ramadhan harus bisa mengubah hidup seseorang adalah dengan cara tidak meninggalkan qiyamullail dan juga jangan pernah tinggalkan ibadah sosial selama ramadhan.
 
Sementara itu, Wali Kota Eri mengamini hal ini.

Baginya, setelah ramadhan diimbau supaya ibadahnya lebih baik karena ibadah itu tidak hanya shalat, tilawatil quran, tapi ibadah itu juga bagaimana ekosistem kebajikan terus berjalan.
 
“Nah, apa yang disampaikan oleh beliau ini sama dengan bagaimana ketika saya menyampaikan ada Kampung Madani pasca Bulan Ramadhan.

Ketika ramadhan bisa memberi takjil, maka sebenarnya fisolofi memberikan takjil itu memberikan makan kepada orang yang membutuhkan, maka jangan pernah berhenti setelah ramadhan,” tegasnya.
 
Menurutnya, sebagai muslim yang baik seharusnya memang meningkatkan ibadah pasca ramadhan, seperti infaq dan shodakoh.

Sehingga, tidak perlu menunggu satu tahun lagi di bulan Ramadhan.

Setelah itu juga membagikan takjil atau memberikan makan kepada saudaranya atau tetangganya harus tetap jalan.
 
Wali Kota Eri kembali mengapresiasi sang khatibnya yang juga mengingatkan bahwa persoalan stunting, kemiskinan dan juga lingkungan termasuk banjir dan sebagainya, tidak bisa kalau hanya diserahkan kepada pemerintahannya.

Namun, masyarakatnya juga harus ikut berkontribusi dalam menjaga kebersihan, bagaimana masyarakatnya bisa menjaga pola hidup dan sebagainya.
 
“Itulah sejatinya filosofi islam. Oleh karena itu, dengan kekuatan bulan Ramadhan maka kita akan membentuk Kampung Madani di Kota Surabaya pasca ramadhan,” kata dia.
 
Pada kesempatan itu, Wali Kota Eri juga menyampaikan terimakasih kepada warga Kota Surabaya karena selama bulan Ramadhan tidak ada kejadian yang menonjol di Kota Pahlawan.

“Makanya saya selalu bilang bahwa Surabaya bisa seperti ini bukan karena pemerintahannya, tapi karena kebersamaan warganya,” ujarnya.

“Saya semakin yakin dengan kekuatan umat muslim dan kekuatan toleransi beragama ini, maka kita bisa membangun kekuatan mental yang ada di Kota Surabaya dengan membentuk Kampung Madani,” tandasnya.

Unboxing Isi Bingkisan Open House Jokowi, Warga Dapat Kupon, Ditukar Beras, Teh hingga Minyak Goreng

Acara open house Jokowi saat lebaran dibanjiri masyarakat yang rela mengantre dari subuh.

Tak pulang dengan tangan kosong, warga yang datang mendapat bingkisan setelah acara open house Jokowi tersebut.

Apa isi bingkisan acara open house Jokowi saat lebaran?

Seperti diketahui, Presiden Jokowi diketahui menggelar acara open house di Istana Kepresidenan, Rabu (10/4/2024).

Mengetahui Jokowi open house, ribuan warga antri sejak subuh untuk bertemu orang no 1 di Indonesia tersebut.

Kini terungkap isi bingkisan yang disiapkan negara untuk warga yang hadir ke acara open house.

Baca juga: Apa Arti Open House Viral di TikTok? Istilah Populer di Momen Lebaran, Ketahui Maknanya!

Sebelumnya diberitakan, antrian warga yang ingin menghadiri open house Presiden Jokowi sudah mengular.

Antrian pun mengular sepanjang Jalan Majapahit.

Pantauan di lokasi pada pukul 08. 50 WIB, terlihat antrian mengular sepanjang jalan.

Antrian tersebut mencapai belokan jalan Ir H Juanda, atau sekitar 200 meter dari antrian pertama yang berlokasi di depan Pintu Majapahit Kemensetneg.

Beragam usia mengantri agar dapat mengikuti open house yang akan diikuti langsung oleh Presiden RI, Joko Widodo.

Mereka juga terlihat mengenakan pakaian terbaiknya.

Hari (44) adalah salah satu warga yang rela datang dari Bandung bersama anak dan istrinya untuk dapat mengikuti open house di Istana Negara ini.

"Buat Pak Jokowi, panjang umur. Semoga menjadi Bapak bangsa yang lebih bagus lagi dan tentunya harus dapat angpao," ucapnya.

Rupanya acara open house Presiden Jokowi ini menarik antusias warga.

Bahkan ada warga yang telah mengantri sejak subuh hingga tidur sebentar saja demi bertemu Presiden Jokowi.

Baca juga: Viral Momen Gibran Gelar Open House di Solo, Syok Kedatangan Pria Berkaus Ganjar-Mahfud, Beri Amplop

Suasana open house Presiden Jokowi
Suasana open house Presiden Jokowi (Tribunnews.com)

"Ngantri dari jam 04.00 WIB. Jam 02.00 WIB (bangun dan siap-siap). Enggak tidur lagi kita," ujar seorang warga bernama Cici (30), yang datang dari daerah Kwitang, Jakarta Pusat.

Saat ditemui sekitar pukul 06.30 WIB, Cici berharap pintu gerbang bisa segera dibuka agar dirinya dan rombongan bisa masuk bertemu Jokowi.

Selain itu, ia juga berharap mendapat kesempatan untuk menjabat tangan dan berfoto bersama Presiden Republik Indonesia.

"Iya, foto sekalian kalau bisa," ungkap Cici.

Selain Cici, ada warga lain juga yang sudah mengantri di depan gerbang Istana sejak subuh.

Mereka berasal dari berbagai daerah, yakni Bekasi, Jakarta, dan Tangerang.

Baca juga: Lebaran 2024 Megawati Tidak Open House, Tapi Elite PDIP hingga Wapres Maruf Amin Hadir Silaturahmi

Presiden Jokowi dan Iriana saat menyapa warga penyandang disabilitas di acara open house Idul Fitri yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/4/2024).
Presiden Jokowi dan Iriana saat menyapa warga penyandang disabilitas di acara open house Idul Fitri yang digelar di Istana Negara, Jakarta, Rabu (10/4/2024). (Dok Sekretariat Presiden)

Seorang warga lain bernama Barnabas Harriyanto Lahama (32) juga sudah mengantri di depan gerbang Istana Merdeka sejak pukul 05.30 WIB.

Dia sangat antusias untuk datang lantaran ini adalah tahun terakhir Jokowi menjabat sebagai Presiden RI.

"Ini ketemu presiden terakhir, masa tugasnya sudah habis. Mau salaman terakhir. Jadi tidak bisa dilupakan," ujar dia.

Adapun acara open house tersebut diwarnai kehadiran warga dari berbagai latar belakang dan profesi.

Di antaranya para pemulung dan penyandang disabilitas yang hadir di Istana untuk bertemu langsung dengan Jokowi dan Iriana.

Seorang pemulung asal Bekasi, Ana, mengaku merasa sangat senang bisa ikut open house di istana.

Sebab momen pertemuan dengan Presiden merupakan hal yang langka baginya.

"Aku tidak pernah lihat Presiden, tapi Bapaknya yang terbaik. Aku pemulung belum pernah bertemu Presiden."

"Ya Allah senang banget," ujar Ana dilansir siaran pers Sekretariat Presiden, Rabu, dikutip dari Kompas.com.

Warga lainnya, yakni Agnes yang berasal dari Nambo, Kabupaten Bogor, menyebut sempat menangis sebelum berhasil bertemu Presiden.

Sebab dia sudah mengantre selama empat jam dan sempat terjepit saat berdesak-desakan dengan warga lain.

"Tadi berangkat dari Nambo sekitar jam empat pagi bangun, karena pengin ketemu Pak Jokowi."

"Ini sampai nangis-nangis kegencet tadi, sempat didorong, tapi senang banget, bahagia banget bisa ketemu sama Pak Jokowi, salut," kata Agnes.

Sementara itu, seorang warga Jakarta Utara, Faisal, membagikan cerita saat dia dan teman-teman dari organisasi disabilitasnya mendapat kabar tentang acara open house ini.

Faisal mengaku sangat gembira bisa bertemu dengan Presiden Jokowi.

"Tahu dari teman-teman organisasi teman-teman disabilitas, jadi kita bareng-bareng ke sini."

"Senang banget, baru pertama kali ini ketemu langsung sama Pak Jokowi," ujar Faisal.

Asih, anggota organisasi disabilitas lainnya, mengaku senang dan terharu bisa berjumpa secara langsung dengan Presiden Jokowi untuk pertama kalinya.

"Saya merinding, deg-degan saya, pertama kali saya bertemu Bapak Presiden. Saya tadi lihat di YouTube langsung datang ke sini," kata Asih.

Diketahui usai bersalaman dengan Jokowi, para masyarakat langsung mendapatkan sebuah kupon.

Kupon tersebut nantinya bisa langsung ditukar dengan sebuah bingkisan yang telah disiapkan oleh pihak istana.

Tribunnews.com pun berkesempatan melihat isi bingkisan tersebut dari seorang warga, Anja Sari (32 tahun), yang baru saja keluar dari Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg).

Baca juga: Sedih Tidak Bisa Mudik, Satu Keluarga Ini Pilih Datang ke Open House Jokowi: Buat Ngobatin Rindu

Isi bingkisan untuk warga dari acara open house Presiden Jokowi di Istana Negara
Isi bingkisan untuk warga dari acara open house Presiden Jokowi di Istana Negara (Tribunnews.com)

Adapun isi bingkisan tersebut berupa beras, minyak goreng, gula, teh, dan biskuit.

Selain itu Anja Sari juga tampak membawa bingkisan lain berwarna hitam yang isinya adalah sekotak makanan dari salah satu restauran cepat saji.

Anja Sari sendiri mengaku telah mengantri sejak usai salat Idulfitri.

Namun ia tidak sempat bertemu dengan Jokowi karena baru bisa memasuki Istana Kepresidenan sekitar pukul 11.00 WIB.

Walau tak sempat bersalam disebabkan membludaknya masyarakat, beberapa pihak yang tidak bersalaman dengan Jokowi tetap dapat bingkisan, termasuk Anja Sari salah satunya.

Meski harus diwarnai aksi desak-desakan.

"Dapat (bingkisan), masuk jam 11. Niatnya mau salaman sama Jokowi tapi udah enggak bisa," kata Anja Sari.

Sebagai informasi, Jokowi menggelar open house pada hari Idulfitri di Istana Kepresidenan yang memperbolehkan warga untuk hadir.

Selain itu para jajaran menteri di Kabinet Indonesia Maju juga hadir ke Istana Kepresidenan untuk halal bihalal.

(TribunTrends.com/TribunJatim.com)

Tags:
Lebaran 2024Walikota SurabayaEri Cahyadiopen house
Berita Terkait
AA

BERITA TERKINI

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved