Breaking News:

Setengah Tahun Perang Berjalan, Joe Biden Minta Gencatan Senjata ke Netanyahu: Lindungi Warga Sipil

Presiden Amerikas Serikat, Joe Biden akhirnya serukan gencatan senjata kepada Benjamin Netanyahu, desak Israel untuk lindungi warga sipil.

Editor: Dhimas Yanuar
AFP/BRENDAN SMIALOWSKI
Presiden AS Joe Biden tengah menghadapi protes keras bawahannya sendiri soal nasib Gaza 

TRIBUNTRENDS.COM - Setengah tahun perang berjalan, warga Palestina tetap menjadi korban.

Meski begitu pelan-pelan dunia semakin peduli dengan keadaan warga sipil Palestina yang kehidupannya dihancurkan Israel.

Termasuk sosok Presiden AS Joe Biden yang akhirnya menyerukan gencatan senjata segera di Gaza melalui panggilan telepon dengan PM Israel Benjamin Netanyahu.

Kepulan asap mengepul di atas Khan Yunis dari Rafah di jalur Gaza selatan selama pemboman Israel pada, Senin (8 Januari 2024) di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Pejuang Rakyat Palestina (Hamas).
Kepulan asap mengepul di atas Khan Yunis dari Rafah di jalur Gaza selatan selama pemboman Israel pada, Senin (8 Januari 2024) di tengah konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Pejuang Rakyat Palestina (Hamas). (AFP)

Dilansir Guardian, Biden mengatakan kepada Netanyahu bahwa dukungan Amerika di masa depan untuk Israel akan bergantung pada tindakan nyata yang diambilnya untuk melindungi warga sipil dan pekerja bantuan.

Pada Kamis (4/4/2024), kedua pemimpin tersebut melakukan panggilan telepon pertama mereka sejak serangan udara Israel yang menewaskan tujuh karyawan badan amal pangan internasional World Central Kitchen (WCK).

Biden untuk pertama kalinya mengeluarkan tegurannya yang paling keras terhadap Israel sejak awal perang.

Dalam percakapan yang berlangsung kurang dari 30 menit itu, Biden menjelaskan perlunya Israel mengumumkan dan menerapkan serangkaian langkah spesifik, konkrit dan terukur untuk mengatasi kerugian sipil, penderitaan kemanusiaan dan keselamatan pekerja bantuan.

Baca juga: 180 Hari Perang Gaza, Israel Tak Bisa Habisi Hamas, Rakyat Palestina Pilu, Sandera Juga Tak Bebas

“Presiden menjelaskan bahwa kebijakan AS sehubungan dengan Gaza akan ditentukan oleh penilaian kami terhadap tindakan segera Israel terhadap langkah-langkah ini," ungkap Gedung Putih dalam sebuah pernyataan.

Biden juga mengatakan bahwa gencatan senjata segera sangat penting dan mendesak Israel untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas tanpa penundaan, tambah Gedung Putih.

Investigasi Tewasnya Staf World Central Kitchen (WCK)

Presiden AS Joe Biden (kiri) mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ia bergabung dalam pertemuan kabinet perang Israel di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas.
Presiden AS Joe Biden (kiri) mendengarkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu saat ia bergabung dalam pertemuan kabinet perang Israel di Tel Aviv pada 18 Oktober 2023, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan kelompok Palestina Hamas. (BRENDAN SMIALOWSKI/AFP)

Sebelumnya, WCK meminta Australia, Kanada, Polandia, Amerika Serikat dan Inggris, yang warganya tewas dalam serangan udara Israel, untuk bergabung dalam penyelidikan independen atas insiden tersebut.

“Ini adalah serangan militer yang melibatkan banyak serangan dan menargetkan tiga kendaraan WCK,” kata badan amal tersebut dalam sebuah pernyataan.

“Ketiga kendaraan tersebut membawa warga sipil; mereka memiliki tanda sebagai kendaraan WCK; dan pergerakan mereka sepenuhnya mematuhi otoritas Israel, yang mengetahui rencana perjalanan, rute, dan misi kemanusiaan mereka."

“Investigasi independen adalah satu-satunya cara untuk menentukan kebenaran atas apa yang terjadi, memastikan transparansi dan akuntabilitas bagi mereka yang bertanggung jawab, dan mencegah serangan di masa depan terhadap pekerja bantuan kemanusiaan.”

Komentar Biden juga diikuti oleh Menteri Luar Negerinya, Antony Blinken.

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 1/2
Tags:
PalestinaIsraelJoe Bidengencatan senjataAmerika Serikat
Rekomendasi untuk Anda

BERITA TERKINI

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved