Pilpres 2024
70 Balihonya di Banten Hilang, Ganjar Tak Risau, Mau Pasang Lebih Banyak: Banteng Tak Pernah Cengeng
Ganjar Pranowo buka suara soal 70 balihonya yang hilang di Banten, siap pasang lebh banyak lagi.
Editor: ninda iswara
TRIBUNTRENDS.COM - Sebanyak 70 baliho Ganjar Pranowo-Mahfud MD hilang di Banten.
Terkait hilangnya 70 baliho tersebut, calon presiden nomor urut 3 ini buka suara.
Ganjar Pranowo juga menegaskan bahwa partainya tidak pernah cengeng.
Kata Ganjar, jika baliho dirinya dan Mahfud MD dicopot 100, pihaknya pasang lebih banyak lagi hingga 1.000.
Diketahui, baliho Ganjar-Mahfud yang hilang tercatat ada 70 baliho atau spanduk di wilayah Banten.
Baca juga: TPN Klaim Jokowi Bantu Ganjar, Prabowo Mengaku Sudah Menyatu dengan Presiden: Lawan Jadikan Kawan
"Banteng itu tidak pernah cengeng. Banteng itu selalu semangat, banteng itu teguh, lurus," kata Ganjar saat menghadiri pertemuan dengan TPD, TPC, Caleg dan Relawan se-Magelang di Desa Candirejo, Borobudur, Magelang, Minggu (17/12/2023) sore.
Ganjar menegaskan jika pihaknya benar, tidak ada siapapun yang menghalangi.
"Tabrak (Jika ada yang menghalangi)," kata Ganjar yang kemudian disambut tepuk tangan pendukungnya.
Kemudian, dikatakan Ganjar, tak perlu risau jika baliho dirinya dan Mahfud MD dicopot.
"Kita tak perlu risau, Baliho dicopot tiga kita pasang 100. Dicopot 100 kita pasang 1.000," tegasnya.
Kata Ganjar, dirinya senang pendukungnya menyampaikan jangan pasang di pinggir jalan. Melainkan pasang di rumah.
"Ini adalah kekuatan rakyat yang bisa kita dorong, kekuatan agar kemudian kita selalu hadir bersama rakyat," tandasnya.
Kronologi 70 Baliho Ganjar-Mahfud di Banten Hilang, TPN Lapor Bawaslu: Siapa yang Bisa Melakukan?
Sebanyak 70 baliho Ganajr-Mahfud hilang di Banten.
Tim Pemenangan Nasional (TPN) pun buka suara terkait insiden dugaan hilangnya baliho Ganjar-Mahfud yang hilang di Banten ini.
Bahkan baliho tersebut hilang dalam waktu yang cukup singkat.
Todung Mulya Lubis, Deputi Hukum TPN Ganjar-Mahfud, menceritakan bagaimana awal mula insiden tersebut terjadi.
Todung awalnya menerima telepon dari seseorang yang dianggapnya dermawan karena telah menyumbang baliho Ganjar-Mahfud.
Baca juga: Ganjar, Anies Prabowo Sama-sama Gerilya di Jawa Barat, Siapa Jawaranya? Ternyata Sosok Capres Ini!
"Nah dia menelepon saya dan mengatakan "bang ini bagaimana baliho kita dicopot di tengah malam buta". dan kemudian tadi pagi saya menerima berita lagi bahwa ada baliho Ganjar-Mahfud di tempat-tempat yang tidak diperbolehkan untuk dipasang," kata Todung kepada wartawan, Sabtu (16/12/2023).
Pelarangan pemasangan baliho tersebut, dikatakan Todung, terjadi di lokasi tertentu.
"Misalnya di tempat di depan brimob dirumah-rumah penduduk ya, ini semua tidak boleh dilakukan," kata Todung.
Menurutnya, apa yang menimpa kubu Ganjar-Mahfud tak hanya mencederai proses dan etika dalam pemilu . "Tapi juga melanggar hukum," kata dia.
Pihaknya saat ini telah melaporkan insiden tersebut ke Bawaslu RI.
"Kemarin kami juga sudah melaporkan ke bawaslu bahawa telah terjadi pencopotan baliho sekitar 70 baliho di banten dan kami minta bawalu untuk melakukan investigasi. Sebelumnya kami juga sudah menyampaikan laporan serupa untuk hal-hal yang lain," tandas dia.
Kabar baliho Ganjar-Mahfud hilang ini mulanya disampaikan Direktur Hukum Tim Pemenangan Nasional (TPN), Ronny Talapessy.
Baca juga: Kaesang Puji Anies di Debat, Bingung dengan Capres No Urut 3, Ganjar: Politisi Tidak Boleh Bingungan
Ronny mengatakan, pihaknya mendapat informasi ada 70 spanduk di Banten hilang saat Mahfud melakukan kampanye pada Rabu (13/12/2023).
Menurut Ronny, baliho-baliho yang dipasang pada Selasa (12/12/2023) malam tersebut sejatinya untuk menyambut kedatangan Mahfud.
"Kami mendapat informasi kemarin ada spanduk, 70 spanduk untuk menyambut kedatang Pak Mahfud di Banten dipasang pada siang hari, tetapi pada pukul 03.00 WIB pagi sudah hilang," kata Ronny saat ditemui di Gedung High End, Jakarta, Rabu (13/12/2023 sore.
Dia menjelaskan, spanduk-spanduk tersebut menampilkan foto pasangan capres dan cawapres nomor urut 3, Ganjar dan Mahfud.
"Jadi 70 spanduk untuk menyambut Pak Mahfud, di mana spanduk itu berisi foto Pak Ganjar hilang," ujar Ronny.
Ronny heran, siapa pihak di balik hilangnya baliho-baliho Ganjar-Mahfud tersebut.
"Ini kita bertanya-tanya siapa yang bisa melakukan ini dalam jangka waktu pada pagi hari dan masih serentak 70 spanduk ini," ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menilai tindakan tersebut termasuk intimidasi terhadap Ketua BEM Universitas Indonesia (UI) Melki Sedek Huang berlebihan.
"Melihat intimidasi yang namanya Ketua BEM UI saja sudah diintimidasi, ini sudah tindakan yang berlebihan," ujar Hasto di tempat yang sama.
(Tribunnews)
Diolah dari artikel di Tribunnews.com dan Tribunnews.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/trends/foto/bank/originals/Calon-Presiden-nomor-urut-03-Ganjar-Pranowo.jpg)